Saat Siswa MAN 2 Banyumas Menyaksikan Langsung Jantung Industri Tekstil Indonesia
Kunjungan edukatif menjadi jembatan bagi para siswa untuk mengenal lebih dekat dunia kerja dan pendidikan vokasi.
NUMLIT, SURAKARTA — Bagi sebagian siswa, industri tekstil mungkin hanya dikenal sebagai pabrik yang memproduksi kain atau pakaian.
Table Of Content
Namun pandangan itu berubah ketika puluhan siswa Kelas XI MAN 2 Banyumas memasuki laboratorium dan workshop Akademi Komunitas Industri Tekstil dan Produk Tekstil Surakarta (AK-Tekstil Solo), Senin (8/6/2026).
Di kampus vokasi milik Kementerian Perindustrian tersebut, mereka tidak hanya melihat mesin-mesin produksi berteknologi industri, tetapi juga menyaksikan bagaimana serat diolah menjadi benang, benang menjadi kain, hingga akhirnya menjadi produk garmen yang siap dipasarkan.
Kunjungan edukatif itu menjadi jembatan bagi para siswa untuk mengenal lebih dekat dunia kerja dan pendidikan vokasi yang selama ini mungkin hanya mereka dengar melalui cerita atau media sosial.
Pihak AK-Tekstil Solo menyambut rombongan siswa dan guru pendamping di Aula Gedung B. Dalam sesi pembukaan, Rita Istikowati memperkenalkan AK-Tekstil Solo sebagai perguruan tinggi negeri vokasi yang secara khusus menyiapkan sumber daya manusia untuk industri tekstil nasional.
Menurutnya, kebutuhan tenaga kerja terampil di sektor tekstil dan produk tekstil masih sangat besar. Karena itu, kampus vokasi memiliki peran penting dalam menjembatani dunia pendidikan dengan kebutuhan industri.
“Kami ingin memberikan gambaran nyata kepada siswa mengenai peluang pendidikan dan karier di sektor tekstil yang saat ini terus berkembang,” ujarnya.
Mengenal Industri dari Hulu hingga Hilir
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pengenalan tiga program studi unggulan yang dimiliki AK-Tekstil Solo.
Melalui pemaparan para kepala program studi, siswa diajak memahami proses panjang industri tekstil dari hulu hingga hilir.
Program Studi Teknik Pembuatan Benang memperkenalkan bagaimana serat diproses menjadi benang siap pakai. Sementara Program Studi Teknik Pembuatan Kain menjelaskan teknologi weaving dan knitting yang menjadi fondasi berbagai produk tekstil modern.
Tidak kalah menarik, Program Studi Teknik Pembuatan Garmen memperlihatkan bagaimana proses produksi pakaian dilakukan secara profesional, mulai dari pembuatan pola hingga manajemen produksi dalam skala industri.

Bagi para siswa, materi tersebut membuka wawasan baru bahwa industri tekstil tidak hanya berkaitan dengan menjahit, tetapi juga melibatkan teknologi, rekayasa produksi, manajemen, hingga inovasi produk.
Kampus yang Menawarkan Jalan Cepat ke Dunia Kerja
Salah satu sesi yang paling menarik perhatian siswa adalah pemaparan mengenai Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) dan program beasiswa ikatan kerja yang dimiliki AK-Tekstil Solo.
Melalui skema tersebut, mahasiswa tidak hanya mendapatkan pendidikan berbasis praktik, tetapi juga memiliki peluang besar untuk terserap langsung ke dunia industri setelah lulus.
Perwakilan MAN 2 Banyumas, Siswanto, menyampaikan apresiasi atas kesempatan yang diberikan kepada para siswa untuk mengenal dunia pendidikan vokasi secara langsung.
Menurutnya, pengalaman seperti ini penting agar siswa memiliki referensi yang lebih luas dalam menentukan pilihan studi setelah lulus dari madrasah.
“Kami berharap kunjungan ini memberikan gambaran nyata mengenai pendidikan vokasi dan membuka wawasan siswa terhadap berbagai peluang karier yang tersedia,” katanya.
Menyatukan Pendidikan Menengah dan Dunia Vokasi
Kunjungan tersebut tidak berhenti pada kegiatan edukatif semata. Pada kesempatan yang sama, MAN 2 Banyumas dan AK-Tekstil Solo juga menandatangani nota kesepahaman (MoU) sebagai langkah awal memperkuat kolaborasi antara pendidikan menengah dan pendidikan tinggi vokasi.
Kerja sama ini diharapkan dapat membuka lebih banyak peluang pembinaan, pengenalan industri, hingga akses pendidikan lanjutan bagi para siswa.
Setelah seremoni penandatanganan, para peserta diajak berkeliling kampus untuk melihat langsung berbagai fasilitas yang dimiliki AK-Tekstil Solo.

Mereka mengamati laboratorium, mesin produksi standar industri, serta workshop yang digunakan mahasiswa untuk berlatih dan mengasah kompetensi teknis.
Di sinilah para siswa melihat bahwa pendidikan vokasi bukan sekadar belajar di ruang kelas, melainkan belajar melalui pengalaman nyata yang sangat dekat dengan kebutuhan dunia kerja.
Kunjungan tersebut menjadi pengalaman berharga bagi para siswa MAN 2 Banyumas. Dari sebuah perjalanan singkat ke Solo, mereka tidak hanya mengenal kampus baru, tetapi juga mendapatkan gambaran tentang masa depan industri yang mungkin suatu hari akan menjadi bagian dari perjalanan karier mereka. (Damar Sri Prakoso)



No Comment! Be the first one.