Dari Giritontro Menuju Mimpi yang Lebih Besar
Keberhasilan menyelesaikan pendidikan dasar justru menjadi titik awal untuk menghadapi perjalanan yang lebih panjang.
NUMLIT, WONOGIRI — Satu per satu mereka melangkah ke atas panggung. Dengan seragam terbaik dan senyum yang bercampur haru, 22 siswa SD Negeri 2 Giritontro, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, menerima penghargaan atas perjalanan enam tahun yang telah mereka tempuh.
Table Of Content
Di balik tepuk tangan para tamu undangan dan kilatan kamera orang tua, tersimpan cerita yang lebih besar dari sekadar sebuah wisuda. Hari itu, Sabtu (6/6/2026), menjadi penanda berakhirnya masa kanak-kanak di sekolah dasar sekaligus awal dari perjalanan baru menuju cita-cita yang lebih tinggi.
Gedung KPRI Sedar Giritontro yang menjadi lokasi Wisuda Purna Wiyata Tahun Ajaran 2025/2026 dipenuhi suasana hangat.
Orang tua datang dengan kebanggaan yang sulit disembunyikan. Para guru menyaksikan hasil dari proses panjang mendidik dan membimbing. Sementara para siswa menikmati momen terakhir mereka sebagai anak SD.
Bagi banyak keluarga, wisuda tersebut bukan sekadar seremoni. Ia menjadi simbol keberhasilan melewati tahap pertama pendidikan formal yang penuh tantangan, mulai dari belajar membaca, menulis, berhitung, hingga membentuk karakter dan kedisiplinan.

Kepala SD Negeri 2 Giritontro, Harmanto, mengaku bangga karena seluruh siswa kelas VI berhasil menyelesaikan pendidikan dengan baik.
“Hari ini adalah momen pembuktian. Alhamdulillah seluruh siswa dinyatakan lulus. Mereka telah menunjukkan usaha dan kerja keras selama enam tahun terakhir,” ujarnya.
Di antara para lulusan, nama Adelia Kanaya Putri menjadi sorotan karena berhasil meraih nilai tertinggi angkatan. Namun bagi pihak sekolah, setiap siswa memiliki cerita keberhasilan masing-masing.
“Setiap anak memiliki kelebihan dan potensinya sendiri. Kami bangga kepada seluruh lulusan karena mereka telah berproses dan berkembang selama belajar di sekolah ini,” kata Harmanto.
Pendidikan Tidak Berhenti di Panggung Wisuda
Camat Giritontro, Sangga Ota Kharisma, yang hadir dalam acara tersebut mengingatkan bahwa wisuda bukanlah garis akhir.
Menurutnya, keberhasilan menyelesaikan pendidikan dasar justru menjadi titik awal untuk menghadapi perjalanan yang lebih panjang.
“Ini adalah awal dari perjalanan pendidikan kalian. Teruslah belajar, terus berjuang, dan jangan pernah berhenti bermimpi. Masa depan masih sangat panjang untuk diperjuangkan,” pesannya kepada para siswa.
Pesan serupa juga disampaikan Korwil Kecamatan Giritontro Bidang Pendidikan, Topik Qurohman. Ia berharap seluruh lulusan melanjutkan pendidikan hingga jenjang yang lebih tinggi.
Baginya, pendidikan merupakan jalan paling penting untuk membuka peluang dan memperluas masa depan anak-anak di wilayah pedesaan.
“Kalau sudah sampai di sini jangan berhenti. Lanjutkan ke SMP, SMA, bahkan perguruan tinggi. Masa depan kalian ditentukan oleh semangat belajar yang kalian miliki hari ini,” ujarnya.
Kebanggaan yang Tersimpan di Balik Air Mata Orang Tua
Momen paling mengharukan terjadi ketika para siswa diminta mencium tangan orang tua mereka.
Beberapa orang tua tampak menahan air mata saat melihat anak-anak yang dulu mereka antar ke sekolah kini berdiri di atas panggung sebagai lulusan sekolah dasar.
Enam tahun mungkin terasa singkat bagi sebagian orang. Namun bagi para orang tua, perjalanan itu dipenuhi perjuangan: membangunkan anak setiap pagi, mendampingi belajar, memenuhi kebutuhan sekolah, hingga memberikan semangat saat mereka mengalami kesulitan.
Tak heran jika wisuda sederhana tersebut menjadi momen yang sangat bermakna.
Lurah Giritontro, Danang Indarto, menilai kegiatan wisuda semacam ini penting untuk memberikan penghargaan atas proses belajar yang telah dijalani siswa.
“Ini bukan hanya perayaan kelulusan, tetapi bentuk apresiasi terhadap kerja keras siswa, guru, dan orang tua selama bertahun-tahun,” katanya.
Menjadi Generasi yang Membanggakan
Acara kemudian ditutup dengan doa bersama dan foto keluarga besar SD Negeri 2 Giritontro. Namun bagi 22 siswa yang hadir, kisah mereka sebenarnya baru dimulai.
Di tengah tantangan zaman yang terus berubah, mereka membawa bekal pertama dari sekolah dasar: pengetahuan, karakter, kedisiplinan, dan mimpi-mimpi yang mulai tumbuh.
Dari sebuah sekolah di Giritontro, langkah-langkah kecil itu kini bersiap menuju dunia yang lebih luas.
Dan seperti harapan yang mengalun sepanjang acara wisuda, semoga kelak mereka tidak hanya menjadi siswa berprestasi, tetapi juga tumbuh menjadi generasi yang cerdas, berkarakter, serta mampu mengharumkan nama keluarga, sekolah, dan daerah tempat mereka berasal. (Damar Sri Prakoso)



No Comment! Be the first one.