SD Muhammadiyah 1 Solo Jadi Sekolah Percontohan AI
Sekolah model dituntut menjadi contoh bagaimana Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) diterapkan sehingga peserta didik tidak hanya menghafal materi, tetapi mampu berpikir kritis, kreatif,...
NUMLIT, SURAKARTA – Transformasi pendidikan berbasis teknologi kini mulai menyentuh jenjang sekolah dasar.
Table Of Content
Di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI), SD Muhammadiyah 1 Surakarta resmi dipercaya menjadi sekolah model implementasi Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) serta Coding dan Kecerdasan Artifisial (KKA).
Penetapan tersebut menjadikan sekolah yang telah berdiri sejak 1935 itu sebagai salah satu pusat rujukan (center of excellence) bagi sekolah-sekolah lain dalam mengembangkan pembelajaran berbasis teknologi dan AI.
Kepercayaan tersebut mendapat apresiasi dari Dinas Pendidikan Kota Surakarta, yang menilai pencapaian ini sebagai prestasi membanggakan bagi dunia pendidikan di Surakarta, Jawa Tengah.
Kepala Seksi Manajemen dan Peningkatan Mutu Dinas Pendidikan Kota Surakarta, Dimas Teguh Saputra, mengatakan tidak banyak sekolah yang memperoleh kesempatan menjadi model implementasi program nasional tersebut.
“Ini luar biasa. Ada ratusan sekolah yang tersebar di Indonesia, tetapi salah satu yang terpilih adalah SD Muhammadiyah 1 Ketelan Solo,” ujarnya seusai memberikan materi mengenai kebijakan Sekolah Model Pembelajaran Mendalam dan Coding-Kecerdasan Artifisial di Red Chilies Hotel Solo, Jawa Tengah, Kamis (9/7/2026).
Bukan Sekadar Mengajarkan AI, tetapi Mengubah Cara Belajar
Menurut Dimas, status sebagai sekolah model bukan sekadar menghadirkan mata pelajaran coding atau mengenalkan teknologi AI kepada siswa.
Lebih dari itu, sekolah dituntut menjadi contoh bagaimana Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) diterapkan sehingga peserta didik tidak hanya menghafal materi, tetapi mampu berpikir kritis, kreatif, kolaboratif, serta memanfaatkan teknologi secara bertanggung jawab.
Karena itu, SD Muhammadiyah 1 Surakarta nantinya akan menjadi tempat belajar bagi sekolah-sekolah lain yang ingin mengembangkan model pembelajaran serupa.
“Ketika sekolah-sekolah lain di Kota Surakarta ingin belajar mengenai penerapan deep learning, coding, dan kecerdasan artifisial, mereka bisa datang langsung ke SD Muhammadiyah 1 Ketelan,” katanya.
Tantangan Baru di Era Pendidikan Digital
Di balik prestasi tersebut, tersimpan tanggung jawab besar. Sebab, transformasi pendidikan menuju era digital tidak cukup hanya menghadirkan perangkat teknologi.
Sekolah juga dituntut menyiapkan guru yang adaptif, metode pembelajaran yang inovatif, hingga ekosistem pendidikan yang mampu mengikuti perkembangan teknologi secara berkelanjutan.
Karena itu, Dinas Pendidikan Kota Surakarta memastikan akan terus memberikan pendampingan agar implementasi program berjalan optimal.
“Kami memberikan dukungan penuh kepada kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, hingga seluruh keluarga besar SD Muhammadiyah 1 Solo. Kami berharap semuanya tetap semangat dan optimistis menjalankan amanah ini,” tegas Dimas.
Menjadi Inspirasi Sekolah Lain
Penunjukan SD Muhammadiyah 1 Surakarta sebagai sekolah model juga menjadi pengakuan atas konsistensi sekolah dalam menghadirkan inovasi pendidikan.
Dengan pengalaman panjang lebih dari sembilan dekade, sekolah yang berada di Jalan Kartini Nomor 1 Ketelan tersebut kini memasuki babak baru sebagai laboratorium pembelajaran masa depan yang memadukan karakter, teknologi, dan kreativitas.
Ke depan, keberadaan sekolah model ini diharapkan tidak hanya melahirkan siswa yang melek teknologi.
Harapannya menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain di Surakarta maupun Indonesia dalam mempersiapkan generasi yang siap menghadapi tantangan era kecerdasan artifisial.
Melalui implementasi Pembelajaran Mendalam dan AI sejak bangku sekolah dasar, SD Muhammadiyah 1 Surakarta ingin membuktikan bahwa pendidikan masa depan bukan sekadar mengikuti perkembangan teknologi, tetapi membentuk peserta didik yang mampu berpikir, beradaptasi, dan menciptakan inovasi untuk masa depan. (Damar Sri Prakoso)



No Comment! Be the first one.