Mahasiswa DKV ISI Surakarta Rancang Wajah Digital Peluncuran Buku Pangan Lokal
Program Mahasiswa Berdampak menjadi salah satu upaya FSRD ISI Surakarta menghadirkan pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning).
NUMLIT, SURAKARTA – Magang bukan lagi sekadar memenuhi kewajiban akademik. Bagi Fanesya Chlaudya Damara, mahasiswa Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV) Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) ISI Surakarta, pengalaman magang justru menjadi ruang pembuktian bahwa karya mahasiswa mampu berkontribusi langsung dalam proyek profesional.
Melalui Program Mahasiswa Berdampak (ProMaDam) 2026, mahasiswa angkatan 2023 itu menjalani magang di PT Guru Bumi, Yogyakarta, perusahaan yang bergerak di bidang edukasi dan penerbitan.
Selama periode magang 18 Maret-18 Juli 2026, Fanesya dipercaya bergabung di Divisi Desain Grafis dengan fokus pada pengelolaan konten media sosial dan komunikasi visual.
Salah satu pengalaman yang paling berkesan adalah saat ia terlibat dalam penyelenggaraan peluncuran buku “Dari Piring Nusantara ke Tubuh Kita” melalui acara bertajuk “Pasar Pangan Lokal & Bincang Buku” di Solusi Buku, Yogyakarta.
Bukan hanya hadir sebagai peserta, Fanesya menjadi bagian dari tim kreatif yang bertugas mendokumentasikan jalannya acara sekaligus merancang desain after report yang diposting 4 Juli 2026 untuk kebutuhan publikasi media sosial perusahaan.
Baginya, pekerjaan tersebut bukan sekadar menyusun desain yang menarik secara visual.
Ia harus mampu mengolah dokumentasi menjadi narasi visual yang komunikatif, menjaga konsistensi identitas merek Guru Bumi, sekaligus menyampaikan pesan edukasi mengenai pentingnya pangan lokal kepada masyarakat.
Pengalaman itu memberikan gambaran nyata mengenai dunia kerja industri kreatif yang menuntut keseimbangan antara estetika, strategi komunikasi, serta kebutuhan publikasi digital.
“Melalui program mahasiswa berdampak skema magang di PT Guru Bumi, mahasiswa diharapkan mampu memperoleh pengalaman profesional yang relevan dengan bidang keilmuan Desain Komunikasi Visual. Keterlibatan dalam kegiatan seperti peluncuran buku dan pengelolaan publikasi media sosial menjadi salah satu bentuk implementasi kompetensi desain komunikasi visual dalam mendukung penyebaran informasi, edukasi, dan pelestarian budaya pangan lokal kepada masyarakat,” ujar Fanesya, baru-baru ini.
Kontribusi mahasiswa tersebut mendapat apresiasi dari mentor magang di PT Guru Bumi, Afsha Nugie Algiyanie.
Menurutnya, keterlibatan mahasiswa dalam proyek nyata memberikan pengalaman profesional yang sulit diperoleh hanya melalui proses pembelajaran di ruang kelas.
Sementara itu, dosen pembimbing Asmoro Nurhadi Panindias menjelaskan bahwa Program Mahasiswa Berdampak dirancang untuk menjembatani dunia akademik dengan kebutuhan industri kreatif.
Melalui berbagai proyek yang dikerjakan selama magang, mahasiswa tidak hanya mengasah kemampuan teknis desain, tetapi juga belajar bekerja dalam tim, memahami kebutuhan klien, menyusun strategi komunikasi visual, hingga menghasilkan karya yang benar-benar digunakan oleh mitra industri.
“Melalui keterlibatan dalam proyek-proyek nyata seperti dokumentasi kegiatan, pengelolaan media sosial, hingga perancangan desain publikasi, mahasiswa tidak hanya meningkatkan keterampilan teknis, tetapi juga kemampuan bekerja sama, berkomunikasi, dan memahami kebutuhan industri kreatif secara lebih komprehensif,” jelas Asmoro.

Program ProMaDam menjadi salah satu upaya FSRD ISI Surakarta menghadirkan pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning).
Mahasiswa tidak hanya belajar menghasilkan karya di studio, tetapi juga merasakan dinamika industri kreatif secara langsung.
Melalui pengalaman tersebut, Fanesya membuktikan bahwa desain komunikasi visual tidak berhenti pada aspek estetika semata.
Di tangan seorang desainer, visual mampu menjadi media edukasi, memperkuat identitas sebuah organisasi, sekaligus mengajak masyarakat lebih dekat dengan isu-isu penting, termasuk pelestarian pangan lokal Indonesia.
Bagi ISI Surakarta, pengalaman seperti ini menjadi bukti bahwa kolaborasi kampus dengan dunia industri mampu melahirkan lulusan yang tidak hanya kreatif, tetapi juga siap berkontribusi sejak masih berstatus mahasiswa. (Damar Sri Prakoso)



No Comment! Be the first one.