Sehari Jadi Murid SDII Al Abidin Sragen, Anak-anak TK Belajar Tahfidz hingga Fun Cooking
Konsep trial class merupakan bagian dari pendekatan pembelajaran SDII Al Abidin Sragen yang mengedepankan pengalaman langsung, sehingga anak tidak hanya menerima materi, tetapi juga belajar melalui...
NUMLIT, SRAGEN — Belajar di sekolah dasar tak selalu identik dengan duduk di kelas dan mengerjakan soal.
SDII Al Abidin Sragen menghadirkan pengalaman berbeda melalui Trial Class for Kids, sebuah program yang mengajak anak-anak taman kanak-kanak (TK) merasakan langsung suasana belajar sebagai siswa SD selama sehari.
Kegiatan yang digelar di Kampus 2 SDII Al Abidin Sragen di wilayah Kalijambe, Kabupaten Sragen, dan dilanjutkan di Rocket Chicken Kalioso, Minggu (2/8/2026), dikemas dengan konsep belajar sambil bermain.
Puluhan peserta diajak mengikuti berbagai aktivitas interaktif, mulai dari murojaah bersama, Fun English, pemanfaatan teknologi Virtual Reality (VR), hingga menutup kegiatan dengan sesi Fun Cooking.
Kepala SDII Al Abidin Sragen, Indah Kurniawati, SS., S.Pd., mengatakan trial class sengaja dirancang agar anak-anak memperoleh pengalaman menyenangkan sebelum benar-benar memasuki jenjang sekolah dasar.
“Kami ingin anak-anak merasakan bahwa belajar itu menyenangkan. Mereka tidak hanya mengenal lingkungan sekolah, tetapi juga berinteraksi dengan guru, mencoba berbagai aktivitas pembelajaran, hingga membangun rasa percaya diri sebelum memasuki bangku SD,” ujarnya.
Menurut Indah, kegiatan diawali dengan penyambutan peserta di lingkungan sekolah.
Anak-anak kemudian diajak mengikuti pembelajaran yang menjadi ciri khas SDII Al Abidin Sragen, seperti murojaah hafalan Al-Qur’an bersama guru, kelas Fun English yang dikemas secara komunikatif, hingga pengalaman belajar menggunakan perangkat Virtual Reality (VR).
Pemanfaatan teknologi tersebut menjadi salah satu daya tarik tersendiri. Melalui VR, peserta dapat belajar secara lebih interaktif sehingga rasa ingin tahu dan antusiasme anak semakin tumbuh.
“Anak-anak sekarang adalah generasi digital. Karena itu kami mengenalkan teknologi sebagai media belajar yang edukatif, namun tetap diimbangi dengan penguatan karakter dan nilai-nilai keislaman,” jelas Indah.
Tak berhenti di lingkungan sekolah, peserta kemudian diajak menuju Rocket Chicken Kalioso di wilayah Kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar, untuk mengikuti kegiatan Fun Cooking.

Dalam sesi ini, anak-anak belajar mengenal proses sederhana mengolah makanan sekaligus melatih kemandirian, kreativitas, dan kemampuan bekerja sama dengan teman-teman baru.
Suasana penuh tawa dan semangat terlihat sepanjang kegiatan. Selain memperoleh pengalaman belajar yang beragam, peserta juga mendapatkan kesempatan menjalin pertemanan baru dalam lingkungan yang positif.
Indah menuturkan bahwa konsep trial class merupakan bagian dari pendekatan pembelajaran SDII Al Abidin Sragen yang mengedepankan pengalaman langsung (experiential learning), sehingga anak tidak hanya menerima materi, tetapi juga belajar melalui aktivitas nyata.
“Kami ingin setiap anak datang ke sekolah dengan rasa senang. Ketika mereka menikmati proses belajar sejak dini, semangat untuk terus berkembang akan tumbuh secara alami. Itulah yang ingin kami tanamkan melalui Trial Class ini,” katanya.
Melalui program tersebut, SDII Al Abidin Sragen berharap para calon siswa beserta orang tua memperoleh gambaran nyata mengenai suasana belajar di sekolah, mulai dari penguatan tahfidz, pembelajaran bahasa Inggris, pemanfaatan teknologi digital, hingga aktivitas kreatif yang mendukung perkembangan karakter anak secara utuh.
Dengan mengusung semangat full experience, Trial Class for Kids menjadi ajang bagi anak-anak TK untuk merasakan serunya menjadi siswa SDII Al Abidin Sragen selama sehari. Mereka belajar, bermain, berkreasi, sekaligus membangun kepercayaan diri menyambut jenjang pendidikan berikutnya. (Damar Sri Prakoso)



No Comment! Be the first one.