Setahun Kabinet Lestari KALMAPITA ’92: Dari Mengajar, Berbagi, hingga Menguatkan Ekonomi Alumni
KALMAPITA '92 sukses membangun organisasi yang produktif, memberi manfaat, dan terus meninggalkan jejak pengabdian.
NUMLIT, SURAKARTA — Organisasi alumni kerap identik dengan agenda reuni dan nostalgia. Namun, bagi Keluarga Alumni SMA Negeri 7 Surakarta Angkatan 1992 (KALMAPITA ’92), pertemuan kembali dengan teman-teman lama justru menjadi awal dari perjalanan yang lebih panjang.
Table Of Content
KALMAPITA ’92 sukses membangun organisasi yang produktif, memberi manfaat, dan terus meninggalkan jejak pengabdian.
Selama satu tahun masa bakti kepengurusan periode Agustus 2025–Juli 2026, KALMAPITA ’92 di bawah kepemimpinan Ketua Umum Iriana Indrawati menjalankan serangkaian program yang menyentuh berbagai bidang, mulai dari pengabdian kepada almamater, kepedulian sosial, kampanye kemanusiaan, hingga pemberdayaan ekonomi alumni.
Rangkaian kegiatan tersebut menjadi penanda bahwa keberadaan KALMAPITA ’92 tidak berhenti pada upaya merawat kenangan masa sekolah, tetapi berkembang menjadi ruang kolaborasi yang mempertemukan potensi alumni untuk memberikan manfaat bagi sesama.
“Bagi kami, organisasi alumni bukan hanya tempat untuk berkumpul dan bernostalgia. Lebih dari itu, KALMAPITA ’92 harus menjadi ruang untuk saling menguatkan, berkolaborasi, dan menghadirkan manfaat bagi alumni, almamater, maupun masyarakat,” ujar Iriana Indrawati, Kamis (23/7/2026).
Menilik sejarahnya, perjalanan organisasi ini bermula dari REGAGA atau Reuni 33 Tahun Alumni SMA Negeri 7 Surakarta. Dari momentum reuni tersebut, muncul gagasan untuk menjaga kembali persaudaraan yang telah lama terjalin sekaligus membangun wadah yang lebih terarah.
Embrio organisasi mulai menguat melalui gladi bersih panitia REGAGA di Lorin Hotel Solo pada 27 Juni 2025. Dari semangat kebersamaan itulah kemudian lahir KALMAPITA ’92 dengan mengusung Kabinet Lestari untuk periode Agustus 2025–Juli 2026.

Nama Kabinet Lestari dipilih sebagai simbol tekad agar organisasi terus produktif, bermanfaat, dan berkelanjutan. Visi tersebut kemudian diterjemahkan ke dalam berbagai program yang tidak hanya menyasar internal alumni, tetapi juga almamater dan masyarakat.
Dari Alumni Kembali ke Almamater
Salah satu program yang menjadi bagian penting dari perjalanan KALMAPITA ’92 adalah “Alumni Mengajar: Dharma Bhakti Kami KALMAPITA ’92” yang digelar di SMA Negeri 7 Surakarta pada 17 Oktober 2025.
Dalam kegiatan tersebut, alumni hadir kembali ke sekolah untuk berbagi wawasan dan motivasi kepada siswa kelas XII, khususnya dalam mempersiapkan pendidikan tinggi.

Narasumber yang dihadirkan, Andrianto, S.E., M.M., dosen PIP Semarang sekaligus alumni KALMAPITA ’92, memberikan gambaran kepada siswa mengenai pilihan perguruan tinggi yang dapat disesuaikan dengan minat dan potensi masing-masing.
Bagi KALMAPITA ’92, program tersebut menjadi bentuk nyata hubungan antara alumni dan almamater. Pengalaman yang diperoleh alumni setelah meninggalkan bangku sekolah diharapkan dapat kembali menjadi bekal bagi generasi penerus.
Tak Hanya Reuni, Alumni Juga Bicara Ruang Aman
Kegiatan KALMAPITA ’92 berlanjut dengan agenda nonton bareng film “Shutter” bersama aktor Vino G. Bastian di Solo Square pada 25 Oktober 2025. Kegiatan tersebut diikuti 124 alumni.
Namun, agenda tersebut tidak sekadar menjadi ruang berkumpul. KALMAPITA ’92 sekaligus membawa kampanye #SafeSpaceForAll, yang mengangkat kepedulian terhadap isu kekerasan seksual dan perundungan.

Melalui kampanye tersebut, KALMAPITA ’92 berupaya menunjukkan bahwa organisasi alumni juga dapat mengambil peran dalam menyuarakan nilai kemanusiaan dan pentingnya menciptakan ruang yang aman bagi semua.
Konsolidasi Pengurus, Menyatukan Arah Pengabdian
Jejak kepengurusan KALMAPITA ’92 semakin diperkuat melalui Rapat Akbar Kalmapita yang digelar pada 5 Desember 2025 di The Gade Coffee and Gold Solo.
Forum tersebut menjadi ruang konsolidasi pengurus untuk menyamakan visi, menyusun arah program kerja, sekaligus memperkuat komunikasi antaralumni. Pengurus yang berada di Surakarta hadir secara langsung, sementara alumni di berbagai daerah mengikuti rapat secara daring.

Dalam forum itu, Iriana menegaskan bahwa Kabinet Lestari dibangun dengan semangat pengabdian, kebersamaan, dan keberlanjutan.
Menurutnya, kekuatan organisasi alumni tidak hanya terletak pada jumlah anggotanya, tetapi juga pada kemampuan menggerakkan potensi yang dimiliki untuk menciptakan program yang relevan dan berdampak.
Ramadan, Alumni Bersinergi dengan TNI-Polri
Semangat kepedulian sosial kemudian diwujudkan KALMAPITA ’92 melalui kegiatan berbagi pada bulan Ramadan 2026.
Bersama Polresta Surakarta dan Kodim 0735/Surakarta, alumni menyalurkan total 2.000 paket takjil kepada masyarakat.

Sebanyak 1.000 paket takjil dibagikan bersama Polresta Surakarta, sedangkan 1.000 paket lainnya disalurkan bersama Kodim 0735/Surakarta di sejumlah titik di Kota Solo.
Kegiatan tersebut memperlihatkan kemampuan KALMAPITA ’92 dalam membangun kolaborasi lintas lembaga. Alumni tidak hanya hadir sebagai komunitas, tetapi juga menjadi bagian dari gerakan gotong royong yang melibatkan TNI, Polri, dan masyarakat.
Bagi Iriana, kegiatan sosial menjadi salah satu cara untuk menjaga agar semangat persaudaraan alumni tidak berhenti di antara sesama anggota.
“Semangat kebersamaan harus bisa dirasakan manfaatnya oleh lebih banyak orang. Karena itu, kami berusaha membangun kolaborasi dan menghadirkan kegiatan yang memiliki nilai sosial,” katanya.
Menutup Masa Bakti dengan Pemberdayaan Ekonomi
Memasuki akhir masa kepengurusan, KALMAPITA ’92 kembali menghadirkan program yang menyentuh kebutuhan alumni, yakni Workshop UMKM bertajuk “Kuliner Berjaya dari Usaha Rumahan: Mengubah Resep Menjadi Rezeki” pada 23 Juli 2026.
Kegiatan tersebut menjadi program penutup masa bakti Kabinet Lestari sekaligus menandai perhatian organisasi terhadap penguatan kemandirian ekonomi alumni.
Workshop menghadirkan Maliyana Nur Wijayanti, S.Pd., M.M., Ketua Komite Tetap UMKM, Kewirausahaan, dan Koperasi KADIN Kota Surakarta.
Peserta juga mendapatkan pengalaman langsung dari Lorida Ratna Sari dan Togaryan Anantyo S., pemilik Rumah Makan Sereh Ketumbar, yang berbagi perjalanan membangun bisnis kuliner dari skala rumahan.
Kegiatan tersebut turut dihadiri mahasiswa dari Universitas Diponegoro, Universitas Sebelas Maret, dan ITB AAS Surakarta.

Iriana mengatakan workshop UMKM sengaja ditempatkan sebagai penutup masa kepengurusan karena KALMAPITA ’92 ingin meninggalkan semangat yang dapat terus dilanjutkan oleh kepengurusan berikutnya.
“Workshop ini bukan sekadar penutup rangkaian program kerja. Kami berharap ini menjadi warisan semangat agar alumni terus berkembang, saling mendukung, dan mampu menciptakan peluang ekonomi bersama,” ujarnya.
Ia menambahkan, jejaring alumni memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi apabila dibangun dengan semangat kolaborasi dan saling mendukung.
Setahun, Sebuah Jejak Kepengurusan
Satu tahun perjalanan Kabinet Lestari menunjukkan bahwa legitimasi sebuah kepengurusan tidak hanya dibangun melalui struktur organisasi, tetapi juga melalui rekam jejak kerja dan program yang dapat dirasakan manfaatnya.
Dari Alumni Mengajar, kampanye #SafeSpaceForAll, konsolidasi organisasi, gerakan berbagi 2.000 takjil, hingga Workshop UMKM, KALMAPITA ’92 berusaha menerjemahkan semangat persaudaraan alumni menjadi aksi nyata.

Bagi Iriana, berakhirnya masa bakti kepengurusan bukan berarti berakhir pula semangat pengabdian.
“Teruslah mengabdi tanpa menunggu dihargai. Sebab manfaat bagi sesama adalah warisan bernilai sepanjang masa,” tuturnya.
Dengan jejak tersebut, KALMAPITA ’92 menutup satu periode kepengurusan dengan membawa satu pesan yaitu organisasi alumni dapat tumbuh melampaui nostalgia.
Ia bisa menjadi ruang untuk kembali kepada almamater, hadir di tengah masyarakat, memperkuat solidaritas, dan membuka jalan bagi alumni untuk saling memberdayakan.
Kabinet Lestari pun menutup masa baktinya bukan sebagai akhir perjalanan, melainkan sebagai pijakan bagi estafet kepengurusan berikutnya untuk melanjutkan semangat yang sama.
Semangat tersebut antara lain menjaga persaudaraan, memperluas kebermanfaatan, dan memastikan bahwa alumni tetap memiliki alasan untuk terus pulang, berkarya, dan mengabdi. (Damar Sri Prakoso)



No Comment! Be the first one.