Sudah Jago Matematika, Mahasiswa UNS Jadi Duta Bahasa
Tak hanya menjadi juara utama, Pratiwi Widyaningsih juga membawa pulang dua penghargaan bergengsi lainnya, yakni Krida Terbaik dan Predikat Istimewa UKBI.
NUMLIT, SURAKARTA – Banyak orang mengira mahasiswa matematika akrab dengan rumus, angka, dan logika. Namun anggapan itu dipatahkan oleh Pratiwi Widyaningsih.
Mahasiswi Program Studi Matematika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta itu justru berhasil menyabet Predikat Pemenang I Duta Bahasa Provinsi Jawa Tengah 2026.
Tak hanya menjadi juara utama, ia juga membawa pulang dua penghargaan bergengsi lainnya, yakni Krida Terbaik dan Predikat Istimewa Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI).
Prestasi tersebut menjadi bukti bahwa kecintaan terhadap bahasa tidak mengenal batas disiplin ilmu.
Di balik deretan angka dan persamaan matematika, Pratiwi menunjukkan bahwa kemampuan berbahasa juga bisa menjadi kekuatan besar untuk membawa perubahan.
Ajang Pemilihan Duta Bahasa yang diselenggarakan Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah di bawah Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI, memang bukan kompetisi biasa.
Peserta harus melewati serangkaian tahapan seleksi yang ketat, mulai dari administrasi, tes kebahasaan, wawancara, presentasi gagasan, hingga karantina sebelum akhirnya dipilih sebagai representasi generasi muda pecinta bahasa Indonesia.
Di tengah persaingan tersebut, Pratiwi mampu mencuri perhatian dewan juri melalui kapasitas, gagasan, sekaligus komitmennya terhadap pelestarian bahasa dan sastra Indonesia. Baginya, kemenangan bukanlah garis akhir.
“Pencapaian ini bukan sekadar tentang kemenangan, tetapi juga tentang tanggung jawab untuk terus belajar, berkontribusi, dan menginspirasi generasi muda agar semakin peduli terhadap bahasa, sastra, dan budaya Indonesia. Saya merasa bangga dapat membawa nama FMIPA dan Universitas Sebelas Maret dalam ajang ini,” ujarnya.
Membawa Misi Bahasa Indonesia
Sebagai Duta Bahasa Jawa Tengah, Pratiwi kini mengemban misi memperkenalkan Trigatra Bangun Bahasa, yaitu mengutamakan bahasa Indonesia, melestarikan bahasa daerah, dan menguasai bahasa asing.

Di tengah derasnya arus globalisasi dan dominasi bahasa asing di ruang digital, peran generasi muda dinilai semakin penting untuk menjaga eksistensi bahasa Indonesia tanpa meninggalkan identitas budaya lokal.
Pratiwi berharap semakin banyak anak muda yang melihat bahasa bukan sekadar mata pelajaran di sekolah, melainkan alat untuk membangun gagasan, memperkuat identitas, dan menjembatani berbagai kelompok masyarakat.
Dekan FMIPA UNS, Prof. Dr. Desi Suci Handayani, menyebut keberhasilan Pratiwi menjadi kebanggaan sekaligus membuktikan bahwa mahasiswa sains mampu berkembang di berbagai bidang.
Menurutnya, prestasi tersebut menunjukkan bahwa lulusan perguruan tinggi tidak cukup hanya unggul secara akademik, tetapi juga perlu memiliki kemampuan komunikasi, kepemimpinan, dan kepedulian terhadap budaya bangsa.
FMIPA UNS berharap capaian Pratiwi dapat menginspirasi mahasiswa lain untuk berani mengeksplorasi potensi diri di luar bidang keilmuan yang dipelajari.
Sebab pada akhirnya, keberhasilan bukan hanya ditentukan oleh kemampuan menghitung angka, tetapi juga oleh kemampuan merangkai kata, menyampaikan gagasan, dan memberi pengaruh positif bagi masyarakat. (Damar Sri Prakoso)



No Comment! Be the first one.