Tak Sekadar Lomba, FASI 2026 Jadi Ruang Pembentukan Karakter Anak-anak Giritontro
FASI bukan sekadar ajang kompetisi, namun wahana menanamkan kecintaan kepada Al-Qur'an, melatih keberanian, membangun karakter, dan mempererat ukhuwah antarsantri.
NUMLIT, WONOGIRI — Minggu (14/6/2026) pagi di Pendapa Kecamatan Giritontro, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, terasa berbeda.
Table Of Content
Bukan rapat pemerintahan atau seremoni resmi yang memenuhi ruangan, melainkan suara lantang anak-anak yang berpidato, lantunan hafalan surat pendek, serta kesibukan tangan-tangan kecil mewarnai gambar bernuansa Islami.
Sebanyak 104 santri dari 23 Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) dan Taman Kanak-Kanak Al-Qur’an (TKQ) se-Kecamatan Giritontro berkumpul dalam Festival Anak Saleh Indonesia (FASI) 2026.
Lebih dari sekadar perlombaan, kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran karakter yang menempatkan adab sebagai fondasi utama dalam membangun generasi masa depan.
Mengusung tema “Menanamkan Adab, Menuai Prestasi Sejak Dini”, FASI 2026 menjadi pengingat bahwa keberhasilan anak tidak hanya diukur dari kemampuan akademik, tetapi juga dari akhlak dan nilai-nilai yang ditanamkan sejak kecil.

Camat Giritontro, Sangga Ota Kharisma, yang membuka kegiatan tersebut menegaskan pentingnya pendidikan karakter di tengah berbagai tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini.
“Anak-anak kita adalah investasi akhirat. Dengan adab yang baik, hafalan dan keterampilan yang mereka miliki akan menjadi cahaya bagi diri mereka sendiri maupun lingkungan sekitarnya,” ujarnya, dikutip dari laman resmi Pemkab Wonogiri
Menumbuhkan Percaya Diri Sejak Kecil
Sejak pagi, para peserta tampil penuh semangat mengikuti berbagai cabang lomba. Untuk kategori TKQ, anak-anak menunjukkan kreativitas mereka melalui lomba mewarnai gambar.
Sementara pada kategori TPQ, para santri diuji kemampuan berbicara di depan umum melalui lomba pidato Bahasa Indonesia serta kemampuan menghafal surat-surat pendek Al-Qur’an.
Bagi banyak peserta, pengalaman tampil di hadapan juri dan ratusan peserta lainnya menjadi pelajaran berharga untuk membangun rasa percaya diri sejak dini.
Suasana pendapa pun beberapa kali dipenuhi tepuk tangan saat peserta dengan penuh keyakinan menyampaikan pidato atau melantunkan hafalan Al-Qur’an dengan tartil.
Tidak sedikit orang tua dan pendamping yang tampak bangga menyaksikan anak-anak mereka berani tampil dan menunjukkan kemampuan terbaiknya.
Lebih dari Sekadar Mencari Juara
Ketua BADKO LPQ Kecamatan Giritontro menegaskan bahwa tujuan utama FASI bukan semata-mata menentukan siapa yang menjadi juara.

Menurutnya, festival ini merupakan sarana untuk menumbuhkan kecintaan anak-anak terhadap Al-Qur’an sekaligus memperkuat karakter Islami dalam kehidupan sehari-hari.
“FASI bukan sekadar ajang kompetisi. Ini adalah wahana untuk menanamkan kecintaan kepada Al-Qur’an, melatih keberanian, membangun karakter, dan mempererat ukhuwah antarsantri,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa setiap peserta yang hadir sejatinya telah menjadi pemenang karena berani belajar, berlatih, dan menunjukkan kemampuan terbaiknya.
Menyiapkan Generasi Masa Depan
Kehadiran para tokoh masyarakat, pengurus masjid, Kantor Urusan Agama (KUA), pengasuh TPQ, serta para orang tua menunjukkan bahwa pendidikan anak bukan hanya tanggung jawab lembaga pendidikan, tetapi menjadi gerakan bersama masyarakat.
Melalui kegiatan seperti FASI, Giritontro berupaya menanamkan nilai-nilai yang kelak menjadi bekal penting bagi anak-anak ketika tumbuh dewasa yaitu disiplin, percaya diri, cinta Al-Qur’an, dan berakhlak mulia.
Di tengah derasnya arus teknologi dan perubahan sosial, upaya sederhana yang dilakukan di Pendapa Kecamatan Giritontro ini menjadi pengingat bahwa pembangunan generasi tidak selalu dimulai dari hal besar.
Kadang, ia berawal dari keberanian seorang anak menghafal satu surat pendek, menyampaikan satu pidato sederhana, atau belajar menghargai adab dalam setiap langkah kehidupannya.
Karena dari adab yang ditanam hari ini, prestasi masa depan perlahan akan tumbuh dan berbuah. (Damar Sri Prakoso)



No Comment! Be the first one.