Tak Sekadar Luluskan Siswa, SMP Muhammadiyah PK Kottabarat Tinggalkan Jejak Prestasi
SMP Muhammadiyah PK Kottabarat Surakarta meraih rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) tertinggi di antara seluruh SMP negeri dan swasta se-Kota Surakarta.
NUMLIT, SURAKARTA — Pelepasan siswa biasanya menjadi penanda berakhirnya masa belajar di sekolah. Namun bagi SMP Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kottabarat Surakarta, Jawa Tengah, momen Akhirussanah tahun ini menjadi lebih istimewa.
Table Of Content
Sebanyak 123 siswa Kelas IX Angkatan ke-14 tidak hanya menuntaskan pendidikan menengah pertama, tetapi juga meninggalkan catatan prestasi yang sulit diabaikan.
Di tengah suasana haru pelepasan siswa yang digelar di Ballroom Solo Paragon Hotel and Residences, Sabtu (6/6/2026), sekolah tersebut mengumumkan capaian yang membanggakan yaitu meraih rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) tertinggi di antara seluruh SMP negeri dan swasta se-Kota Surakarta.
Prestasi itu sekaligus menegaskan posisi SMP Muhammadiyah PK Kottabarat sebagai salah satu sekolah dengan performa akademik terbaik di Kota Bengawan.
“Kami sangat bersyukur. Ini adalah hasil kerja keras siswa, guru, dan dukungan luar biasa dari orang tua,” ujar Kepala SMP Muhammadiyah PK Kottabarat Surakarta, Muhdiyatmoko, M.Pd.
Dari Nilai Sempurna hingga Peringkat Nasional
Keberhasilan tersebut bukan sekadar tercermin dari rata-rata nilai sekolah. Sejumlah siswa juga mencatatkan capaian akademik yang mengesankan.

Pada mata pelajaran Bahasa Indonesia, dua siswa berhasil memperoleh nilai sempurna 100. Sementara nilai tertinggi Matematika mencapai 96,67 dengan 15 siswa lainnya mampu menembus angka di atas 90.
Deretan capaian tersebut ikut mengantarkan sekolah masuk peringkat ke-22 tingkat nasional, sebuah pencapaian yang menunjukkan daya saing siswa tidak hanya di tingkat daerah, tetapi juga secara nasional.
Namun angka-angka itu hanyalah sebagian dari cerita besar yang dibangun selama satu tahun terakhir.
Sekolah yang Tak Pernah Berhenti Berprestasi
Sepanjang tahun ajaran 2025/2026, siswa SMP Muhammadiyah PK Kottabarat berhasil mengoleksi 822 prestasi dari berbagai ajang kompetisi.
Prestasi tersebut datang dari beragam bidang, mulai akademik, olahraga, seni, hingga kompetisi internasional. Jumlahnya bahkan meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang mencatatkan 750 prestasi.
Artinya, rata-rata setiap hari sekolah, hampir selalu ada kabar prestasi baru yang lahir dari siswa-siswi sekolah tersebut.
Bagi Muhdiyatmoko, capaian akademik dan nonakademik yang terus meningkat merupakan hasil dari budaya sekolah yang menempatkan karakter dan prestasi sebagai dua hal yang berjalan beriringan.
“Kami berharap anak-anak tetap menjaga adab, karakter, dan semangat belajar ketika melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya. Prestasi akademik harus selalu diiringi akhlak yang baik,” katanya.
Prestasi Besar, Tantangan Juga Semakin Besar
Capaian SMP Muhammadiyah PK Kottabarat mendapat apresiasi dari Dinas Pendidikan Kota Surakarta.
Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan Kota Surakarta, Abi Satoto, S.Pd., M.Si., menyampaikan selamat atas keberhasilan sekolah meraih rata-rata TKA tertinggi di Kota Solo.
Menurutnya, prestasi tersebut menunjukkan kualitas layanan pendidikan yang terus berkembang dan memberikan dampak positif bagi dunia pendidikan di Kota Surakarta.

Namun di balik berbagai penghargaan dan pencapaian, pihak sekolah justru memilih untuk tidak cepat berpuas diri.
Direktur Perguruan Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta, Dr. Mohamad Ali, mengingatkan bahwa perjalanan panjang membangun sekolah selama 16 tahun tidak boleh berakhir pada rasa puas terhadap prestasi yang telah diraih.
“Jangan terlena di zona nyaman. Prestasi yang sudah dicapai harus menjadi motivasi untuk terus bergerak maju dan memberikan kontribusi lebih besar bagi pendidikan,” pesannya.
Melahirkan Penulis Muda
Menariknya, pencapaian sekolah tahun ini tidak hanya berbicara tentang nilai dan trofi.
Dalam momentum Akhirussanah, SMP Muhammadiyah PK Kottabarat juga meluncurkan empat buku karya siswa dari berbagai jenjang dan program pendidikan.
Buku-buku tersebut berjudul From Class to Boarding Pass: Kisah Edutrip, Dari Kelas ke Dunia: Petualangan Edukatif, Ceritaku di Sendang Ijo: Kisah Homestay, serta ICP Journey: Small Steps, Big Stories.
Peluncuran buku ini menjadi simbol bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari kemampuan menjawab soal ujian, tetapi juga dari kemampuan siswa menuangkan gagasan, pengalaman, dan kreativitas dalam bentuk karya.
Di tengah euforia kelulusan, pesan yang ingin disampaikan sekolah tampak jelas: lulusan terbaik bukan hanya mereka yang memperoleh nilai tinggi, tetapi mereka yang mampu terus belajar, berkarya, dan menjaga karakter di mana pun berada.
Dan bagi 123 siswa Angkatan 14 SMP Muhammadiyah PK Kottabarat Surakarta, perjalanan itu baru saja dimulai. (Aryanto)



No Comment! Be the first one.