Target Akreditasi Unggul Jadi Misi Pertama, Pascasarjana Univet Go Internasional
Selain peningkatan jumlah mahasiswa, Pascasarjana juga didorong untuk memperkuat kualitas akademik melalui publikasi ilmiah bereputasi internasional dan pengembangan jejaring global.
NUMLIT, SUKOHARJO — Program Pascasarjana Universitas Veteran Bangun Nusantara (Univet Bantara) Sukoharjo, Jawa Tengah, memasuki babak baru.
Seusai resmi dilantik sebagai Direktur Pascasarjana periode 2025–2030, Dr. Veronica Unun Pratiwi, M.Pd langsung memasang target ambisius membawa Program Magister Pendidikan Bahasa Indonesia (MPBI) meraih akreditasi unggul sekaligus memperluas jangkauan hingga tingkat internasional.
Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan berlangsung di Ruang Bantara Gedung A Univet Bantara, Selasa (23/6/2026), dipimpin Ketua Pembina YPPP Veteran, Drs. Bambang Margono, M.M.
Bagi Veronica, peningkatan status akreditasi bukan sekadar capaian administratif, melainkan fondasi penting untuk meningkatkan daya saing Pascasarjana Univet di tengah persaingan perguruan tinggi yang semakin ketat.
“Visi saya merupakan turunan dari visi rektor, yaitu membuat Program Pascasarjana MPBI menuju unggul sehingga dapat mendukung perguruan tinggi ini menjadi unggul juga karena ada MPBI yang unggul,” ujar Veronica seusai pelantikan.
Menurut dia, Program Magister Pendidikan Bahasa Indonesia saat ini memiliki modal yang cukup kuat. Selain jumlah mahasiswa yang relatif stabil, program studi tersebut juga telah menjadi pilihan para guru, kepala sekolah, hingga lulusan sarjana yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang magister.
Ia menyebut tren penerimaan mahasiswa baru menunjukkan perkembangan yang positif. Tidak hanya berasal dari Solo Raya dan Jawa Tengah, tahun ini Pascasarjana Univet juga menerima mahasiswa dari Medan.
“Kebanyakan mahasiswa kami adalah kepala sekolah dan guru-guru. Ada juga fresh graduate yang melanjutkan studi ke sini. Tahun ini bahkan ada mahasiswa dari Medan. Ini menjadi sinyal bahwa jangkauan kami mulai semakin luas,” katanya.
Veronica optimistis langkah berikutnya adalah memperluas pasar pendidikan hingga luar Pulau Jawa bahkan menjaring mahasiswa mancanegara. Latar belakangnya di bidang pendidikan bahasa Inggris dan jejaring akademik internasional dinilai menjadi modal penting untuk mewujudkan target tersebut.
Pascasarjana Dituntut Lebih Kompetitif
Rektor Univet Bantara, Prof. Dr. Farida Nugrahani, M.Hum, menegaskan kepemimpinan baru diharapkan mampu menghadirkan energi baru bagi pengembangan Pascasarjana.
Selain peningkatan jumlah mahasiswa, Pascasarjana juga didorong untuk memperkuat kualitas akademik melalui publikasi ilmiah bereputasi internasional dan pengembangan jejaring global.
“Dengan terpilihnya direktur baru saya berharap ada semangat baru dalam mengelola program pascasarjana, terutama bisa mencapai prestasi unggul dan menambah jumlah mahasiswa,” ujarnya.
Farida menilai penguatan riset menjadi salah satu kunci agar Pascasarjana Univet mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
“Saya berharap banyak muncul jurnal-jurnal Scopus dari Program Pascasarjana,” katanya.
Menurutnya, langkah internasionalisasi bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan bagi perguruan tinggi yang ingin berkembang dan meningkatkan reputasi akademik.
Buka Peluang Program Studi Baru
Sementara itu, Ketua Pembina YPPP Veteran, Bambang Margono, menilai pengembangan Pascasarjana perlu dilakukan secara lebih agresif.
Selain mengejar akreditasi unggul, ia mendorong pembukaan program studi baru yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Program studi bidang hukum dan manajemen disebut memiliki prospek besar karena banyak diminati kalangan profesional yang membutuhkan pendidikan lanjutan.
“Kita tidak hanya memiliki satu program pascasarjana. Ke depan perlu dipikirkan pembukaan program studi lain, seperti hukum dan manajemen, karena kebutuhan masyarakat cukup besar,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa perguruan tinggi swasta harus aktif membangun kepercayaan publik dan menjaring mahasiswa baru.
“Tugas ini memang berat, tetapi harus dijalankan. Perguruan tinggi swasta harus terus berjuang dan tidak boleh menyerah,” katanya.
Selain itu, Bambang menekankan pentingnya penguatan kompetensi mahasiswa, terutama kemampuan bahasa Inggris dan keterampilan tambahan lainnya agar lulusan memiliki daya saing yang lebih tinggi di dunia kerja.
Dengan kepemimpinan baru dan target akreditasi unggul yang sudah dicanangkan, Pascasarjana Univet Bantara kini tidak hanya berupaya mempertahankan eksistensinya.
Mereka mulai menatap panggung yang lebih luas, menjadi program pascasarjana yang mampu bersaing di level nasional hingga internasional. (Damar Sri Prakoso)



No Comment! Be the first one.