Workshop Jurnalisme Ekspedisi Ajak Peserta Menyelami Kota Lewat Cerita dan Visual
Workshop dirancang untuk melatih peserta memahami wajah kota melalui observasi sosial, interaksi warga, dan eksplorasi cerita-cerita kecil yang memiliki nilai jurnalistik.
NUMLIT, SURAKARTA — Pendekatan jurnalistik yang tidak sekadar mengejar informasi, tetapi juga menghadirkan pengalaman langsung di lapangan menjadi fokus utama dalam Workshop Jurnalisme Ekspedisi bertajuk “Reportase Lapangan, Menyusuri dan Menyingkap Wajah Kota” yang digelar dalam rangkaian Kentingan Journalism Week 2026 di Kelurahan Kauman Surakarta, Sabtu (16/5/2026).
Kegiatan tersebut menghadirkan praktisi media dan videografer dari Solopos Media Group, Jafar Sodiq Assegaf, serta praktisi media sekaligus Founder Numeralitera, Damar Sri Prakoso sebagai pembicara. Workshop dipandu moderator Ata Us Salaam.

Dalam workshop itu, peserta diajak memahami bahwa jurnalisme eksploratif bukan hanya tentang melaporkan peristiwa, melainkan mengalami langsung realitas di lapangan agar cerita yang dihasilkan lebih hidup dan memiliki kedalaman emosi.
“Don’t just report, experience it,” menjadi salah satu pesan utama dalam materi visual storytelling yang disampaikan kepada peserta.
Peserta dikenalkan pada tahapan produksi feature dan dokumenter jurnalistik, mulai dari pra-produksi, riset isu, penentuan angle, observasi lapangan, hingga proses editing cerita.
Materi juga menekankan pentingnya membangun narasi dari karakter manusia dan detail-detail kecil yang sering luput dari perhatian.

Dalam sesi materi, pembicara menjelaskan bahwa dokumenter atau feature yang kuat bukan ditentukan oleh banyaknya informasi, melainkan kemampuan menghadirkan pengalaman emosional kepada penonton.
Ekspresi wajah, gesture, interaksi spontan, hingga suasana lokasi disebut menjadi elemen penting dalam membangun kedekatan cerita.
Selain teori storytelling, peserta juga mendapatkan pengenalan dasar videografi jurnalistik seperti teknik framing, angle kamera, shot size, hingga movement kamera untuk mendukung penyampaian cerita visual.
Workshop berlangsung interaktif karena peserta tidak hanya menerima materi di dalam ruangan, tetapi juga diajak melakukan praktik reportase langsung di kawasan Kauman Surakarta.
Titik ekspedisi meliputi kawasan Masjid Agung Keraton Surakarta, Pasar Klewer, hingga Kampung Batik Kauman.
Panitia menyebut kegiatan tersebut dirancang untuk melatih peserta memahami wajah kota melalui observasi sosial, interaksi warga, dan eksplorasi cerita-cerita kecil yang memiliki nilai jurnalistik.

“Kami berharap para peserta dapat belajar mengeksplorasi cerita-cerita yang diperoleh di lapangan, tentunya dengan tetap berpegangan pada kode etik jurnalistik,” pesan pembina lembaga pers mahasiswa (LPM) Kentingan UNS, Sri Hastjarjo, S.Sos., Ph.D, saat membuka kegiatan di Kantor Kelurahan Kauman, Surakarta, Jawa Tengah.
Selain mendapatkan materi dari praktisi, peserta juga memperoleh sesi evaluasi karya, modul pembelajaran, sertifikat, hingga kesempatan publikasi karya terbaik di platform media partner kegiatan. (Azzahra Putri K)



No Comment! Be the first one.