Dari Ruang Kelas ke Dunia Nyata: Politeknik Assalaam Surakarta Lepas Lulusan, Siap Jadi Universitas
Sekitar 66 persen lulusan telah lebih dulu terserap di dunia kerja.
Para wisudawan Politeknik Assalaam Surakarta berfoto bersama. (dok panitia) NUMLIT, SURAKARTA — Bagi 29 mahasiswa Politeknik Assalaam Surakarta, momen wisuda kali ini bukan sekadar seremoni kelulusan.
Ini adalah titik balik dari perjuangan panjang di bangku kuliah menuju dunia nyata yang menanti kontribusi mereka.
Suasana haru bercampur bangga terasa dalam prosesi wisuda Periode II Tahun 2026 yang digelar di Multazam Syariah Hotel.
Kehadiran jajaran pimpinan kampus, yayasan, hingga mitra industri semakin menegaskan bahwa para lulusan ini tidak berjalan sendiri. Mereka adalah bagian dari ekosistem yang siap mendorong langkah berikutnya.
Dalam laporan akademik, pihak kampus menyampaikan bahwa lulusan tahun ini berasal dari tiga program studi, yakni D3 Manajemen Informatika (20 lulusan), D3 Bahasa Inggris (5 lulusan), dan D4 Manajemen Informasi Kesehatan (4 lulusan).
Menariknya, hampir sepertiga dari mereka berhasil lulus dengan predikat cum laude, sebuah capaian yang menunjukkan kualitas akademik yang terus terjaga.

Tak hanya itu, realitas di lapangan juga cukup menggembirakan. Sekitar 66 persen lulusan telah lebih dulu “mendarat” di dunia kerja, mulai dari sektor pendidikan, instansi pemerintah, BUMN, hingga wirausaha mandiri. Angka ini menjadi sinyal kuat bahwa lulusan vokasi semakin relevan dengan kebutuhan industri.
Perjalanan menuju wisuda pun bukan tanpa cerita. Salah satu perwakilan lulusan mengungkapkan bahwa banyak mahasiswa harus menjalani peran ganda sebagai pekerja sekaligus pelajar.
“Kami belajar bukan hanya tentang teori, tapi juga tentang bertahan, mengatur waktu, dan tetap fokus pada tujuan,” ujarnya.
Direktur Politeknik Assalaam Surakarta, Prof. Dr. A.G. Tamrin, M.Pd., M.Si., menegaskan bahwa capaian ini adalah hasil dari kerja keras kolektif baik mahasiswa maupun dosen. Ia juga memberikan apresiasi khusus kepada mahasiswa berprestasi, termasuk lulusan terbaik yang tetap mampu unggul di tengah keterbatasan personal.
Tak hanya fokus pada lulusan, kampus ini juga terus memperkuat kualitas akademik. Sejumlah dosen berhasil meraih pendanaan riset nasional, sementara mahasiswa dan sivitas akademika aktif menorehkan prestasi hingga tingkat internasional.
Pada kesempatan itu, A.G. Tamrin memberikan apresiasi kepada tiga dosen yang berhasil meraih pendanaan Program Riset Konsorsium Unggulan Berdampak (RIKUB) Tahun Akademik 2026 dari Kemendiktisaintek, yaitu Sri Wahyuni Samaratul Zanah, M.Hum. (Prodi Bahasa Inggris), Zidni Ilma Nafian, M.K.M. (Prodi Manajemen Informasi Kesehatan), dan Chayanita Sekar Wijaya, M.K.M. (Prodi Manajemen Informasi Kesehatan).
Apresiasi juga diberikan kepada Wakil Direktur Dr. Trisnojoyo Khotoh , S.Ag, MM yang berhasil meraih gelar Doktor dan memberikan apresiasi kepada Andika Teguh Pamuji sebagai Juara III Coding ICD tingkat internasional, serta para dosen yang aktif menyelenggarakan webinar dan perlombaan bagi siswa SMA/SMK.
A.G. Tamrin turut memaparkan keterlibatan Politeknik Assalaam dalam ajang internasional pada 24–26 April 2026 sebagai narasumber di International Conference and Community Service di UNISSA, Brunei Darussalam.
Materi yang dipresentasikan meliputi reinterpretasi paradigma Iqra’ oleh Prof. Munawir Yusuf, rekonstruksi pendidikan vokasi oleh Prof. A.G. Tamrin, serta pemberdayaan ekonomi melalui infused water oleh Sri Purnaningsih, M.MPar., M.Pd.
Langkah besar lainnya juga tengah disiapkan. Ketua Badan Pembina Harian Politeknik Assalaam, Prof. Dr. Munawir Yusuf, M.Psi, mengungkapkan bahwa Politeknik Assalaam sedang bersiap bertransformasi menjadi universitas pada tahun 2027.
Ia mengibaratkan proses ini seperti metamorfosis dari ulat menjadi kupu-kupu.
“Transformasi ini bukan sekadar perubahan nama, tetapi lompatan kualitas. Kami ingin melahirkan lulusan yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berkarakter dan berdaya saing global,” ujarnya.
Rencana tersebut mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk kalangan perguruan tinggi di Soloraya. Harapannya, ke depan Politeknik Assalaam dapat tumbuh menjadi institusi pendidikan tinggi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memberi dampak nyata bagi masyarakat.
Dr. Taufiq NM selaku perwakilan APTISI Komisariat II Surakarta memuji keaktifan Politeknik Assalaam. Ia berharap institusi ini segera tumbuh menjadi universitas yang berakhlakul karimah dan membawa keberkahan bagi para alumninya.
Bagi para wisudawan, hari itu mungkin menjadi akhir dari satu fase. Namun bagi kampus, ini justru awal dari langkah yang lebih besar, mengantar lulusan ke dunia, sekaligus menyiapkan diri menjadi universitas yang lebih matang. (Damar Sri Prakoso)



No Comment! Be the first one.