Ketika Kampus UKSW Menjadi Sahabat Lansia
Melalui kolaborasi lintas bidang, UKSW memperlihatkan bahwa kampus dapat berperan sebagai sahabat masyarakat, termasuk bagi kelompok lansia yang kerap luput dari perhatian.
NUMLIT, SALATIGA — Siapa bilang belajar hanya milik anak muda? Di Salatiga, puluhan lansia justru kembali duduk di “bangku sekolah” untuk menimba ilmu, menjaga kesehatan, hingga memperluas pergaulan.
Di balik semangat mereka, ada Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga, Jawa Tengah, yang selama tiga tahun terakhir setia mendampingi perjalanan belajar para lansia agar tetap sehat, produktif, dan bahagia di usia senja.
Hal itu tergambar pada suasana Festival Budaya Sekolah Lansia Purbaya di Kelurahan Dukuh, Salatiga, yang tampak berbeda.
Puluhan peserta lanjut usia mengenakan toga, atribut kesehatan, hingga perlengkapan olahraga sambil tersenyum bangga mengikuti setiap rangkaian kegiatan.
Momen itu bukan sekadar seremoni kelulusan, melainkan simbol bahwa proses belajar dapat berlangsung sepanjang hayat.
Di balik keberlangsungan Sekolah Lansia Purbaya, UKSW hadir sebagai mitra yang menjaga semangat belajar para peserta.
Sejak tiga tahun terakhir, kampus tersebut aktif mendampingi program melalui keterlibatan dosen dari berbagai disiplin ilmu.
Padahal, perjalanan sekolah lansia ini sempat berada di titik kritis. Program yang diinisiasi pemerintah daerah pada 2022 tersebut menghadapi tantangan ketika dukungan pembiayaan mulai berkurang.
Melihat kondisi itu, UKSW mengambil peran dengan menghadirkan tenaga akademik dari bidang kesehatan, psikologi, komunikasi, hingga pertanian.
Mereka menyusun materi yang dekat dengan kebutuhan lansia dan menyampaikannya melalui pendekatan yang hangat, komunikatif, dan mudah dipahami.
Wakil Kepala Sekolah Lansia Purbaya, Sugiharto, M.T., mengakui dukungan UKSW menjadi faktor penting yang membuat program ini tetap berjalan.
“Kami sempat mengalami kesulitan karena dukungan yang ada tidak lagi sebesar sebelumnya. Saat itulah UKSW hadir membantu melalui para dosennya. Dukungan itu sangat berarti bagi keberlangsungan Sekolah Lansia,” ujarnya, dikutip dari laman resmi UKSW.
Kontribusi tersebut tidak hanya menjaga keberlangsungan program, tetapi juga membawa perubahan bagi para peserta.
Muhrowi, S.Pd., salah seorang peserta, mengaku memperoleh cara pandang baru setelah mengikuti berbagai kelas yang difasilitasi para dosen UKSW.
“Setelah mengikuti kegiatan ini, saya menyadari bahwa masih banyak hal yang perlu dipelajari. Pola pikir kami menjadi lebih terbuka dan kami jadi mengetahui cara menjalani masa lansia dengan lebih baik,” tuturnya.
Tak hanya memperkaya wawasan, para peserta juga mendapatkan pendampingan kesehatan secara berkala. Pemeriksaan tekanan darah, kadar gula darah, hingga edukasi mengenai pola hidup sehat menjadi bagian dari proses belajar yang mereka jalani.

Bagi Dra. Sulastri, M.Pd., yang telah mengikuti dua angkatan Sekolah Lansia Purbaya, materi kesehatan menjadi bekal penting untuk menjalani kehidupan secara mandiri.
“Materi kesehatan sangat membantu kami. Ada pemeriksaan kesehatan, edukasi, dan berbagai informasi yang memang dibutuhkan oleh lansia agar tetap sehat dan mandiri,” katanya.
Pendekatan multidisiplin yang dilakukan UKSW menunjukkan bahwa ilmu pengetahuan di perguruan tinggi tidak berhenti di ruang kelas. Pengetahuan akademik diterjemahkan menjadi solusi nyata yang menyentuh kebutuhan masyarakat.
Melalui kolaborasi lintas bidang, UKSW memperlihatkan bahwa kampus dapat berperan sebagai sahabat masyarakat, termasuk bagi kelompok lansia yang kerap luput dari perhatian.
Komitmen tersebut juga sejalan dengan upaya mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas, SDG 9 mengenai Inovasi, serta SDG 17 tentang Kemitraan.
Lebih dari sekadar menjalankan program pengabdian kepada masyarakat, UKSW membuktikan bahwa pendidikan adalah ruang yang terbuka bagi siapa pun, termasuk mereka yang telah memasuki usia senja.
Selama semangat belajar tetap menyala, usia bukanlah penghalang untuk terus bertumbuh, berkarya, dan menjalani hidup dengan lebih bermakna. (Damar Sri Prakoso)



No Comment! Be the first one.