Dari Pegunungan Bintang ke Taiwan, Dua Mahasiswi Papua Berani Melampaui Mimpi
Melalui program GlobEEs 2026 di CJCU Taiwan, dua mahasiswi UKSW Salatiga memperoleh kesempatan merasakan pengalaman belajar internasional sekaligus menjadi duta budaya Indonesia.
NUMLIT, SALATIGA — Ketika pertama kali meninggalkan Pegunungan Bintang menuju Pulau Jawa, Karolina Okwin Hitokdana dan Inna T. Kalakmabin hanya membawa satu harapan sederhana yaitu kuliah dengan baik hingga lulus.
Table Of Content
Tak pernah terlintas di benak keduanya bahwa beberapa tahun kemudian mereka akan berdiri di Taiwan, memperkenalkan budaya Indonesia di hadapan mahasiswa dari berbagai negara.
Perjalanan dua mahasiswi Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga asal Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua Pegunungan, ini menjadi bukti bahwa jarak geografis bukanlah batas untuk bermimpi.
Melalui program Global Education Experience (GlobEEs) 2026 di Chang Jung Christian University (CJCU), Taiwan, Karolina dan Inna memperoleh kesempatan merasakan pengalaman belajar internasional sekaligus menjadi duta budaya Indonesia.
“Kami datang ke UKSW untuk kuliah, tetapi ternyata kami mendapatkan lebih dari itu. Kami diberi ruang untuk bertumbuh, mencoba hal-hal baru, dan melihat dunia yang jauh lebih luas,” ujar Karolina, dikutip dari laman resmi UKSW.
Bagi Karolina, meninggalkan kampung halaman bukan keputusan mudah.
Mahasiswi Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris itu mengaku sempat diliputi kekhawatiran ketika harus beradaptasi dengan budaya, lingkungan, hingga kehidupan kampus yang benar-benar baru baginya.
Perasaan serupa juga dialami Inna T. Kalakmabin, mahasiswa Program Studi Teknik Informatika.
Keduanya datang ke Salatiga melalui program beasiswa hasil kerja sama Pemerintah Kabupaten Pegunungan Bintang dengan UKSW.
Saat itu target mereka sederhana, mampu menyelesaikan pendidikan. Namun keberanian keluar dari zona nyaman justru membuka peluang yang tidak pernah mereka bayangkan sebelumnya.
Membawa Indonesia ke Panggung Internasional
Selama mengikuti program di Taiwan pada 4–14 Mei 2026, keduanya tidak hanya duduk di ruang kuliah.
Karolina dan Inna ikut memperkenalkan budaya Indonesia melalui pementasan drama musikal Malin Kundang bersama delegasi UKSW.

Untuk memperkuat pesan keberagaman Nusantara, keduanya tampil mengenakan pakaian adat dari daerah asal masing-masing.
Di hadapan peserta dari berbagai negara, mereka membawa cerita bahwa Indonesia bukan hanya tentang kota-kota besar, tetapi juga tentang keberagaman budaya dari wilayah paling timur negeri ini.
Pengalaman tersebut menjadi momen yang mengubah cara pandang mereka terhadap dunia.
Membuktikan Anak Daerah Bisa Mendunia
Bagi Karolina dan Inna, pengalaman di Taiwan bukan hanya tentang perjalanan ke luar negeri.
Lebih dari itu, perjalanan tersebut menjadi bukti bahwa mahasiswa dari daerah yang selama ini dianggap terpencil pun memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang apabila memperoleh akses pendidikan yang baik.
Keberhasilan mereka juga mematahkan anggapan bahwa keterbatasan geografis menjadi penghalang untuk bersaing di tingkat internasional.
“Jangan pernah meremehkan kemampuan diri sendiri. Beranilah mencoba setiap peluang yang datang,” pesan Inna kepada generasi muda lainnya.
Kampus Membuka Pintu Kesempatan
Kisah Karolina dan Inna menjadi salah satu contoh bagaimana pendidikan mampu mengubah masa depan seseorang.
Melalui program GlobEEs, UKSW memberikan kesempatan kepada mahasiswa dari berbagai daerah Indonesia untuk belajar lintas budaya, membangun jejaring internasional, sekaligus meningkatkan kepercayaan diri sebagai warga dunia.
Program tersebut juga sejalan dengan upaya mendukung pendidikan berkualitas, mengurangi kesenjangan akses pendidikan, serta memperkuat kemitraan global.
Bagi Karolina dan Inna, perjalanan ke Taiwan mungkin telah usai. Namun pengalaman yang mereka bawa pulang jauh lebih besar daripada sekadar sertifikat atau foto perjalanan.
Mereka kembali dengan keyakinan baru bahwa mimpi tidak ditentukan oleh dari mana seseorang berasal, melainkan oleh keberanian untuk terus melangkah ketika kesempatan datang. (Damar Sri Prakoso)



No Comment! Be the first one.