Bukan Sekadar Bank Daerah, Bank Jateng Didorong Jadi Mesin Penggerak Ekonomi Salatiga
Gebyar Fest 81 berlangsung pada 12–16 Agustus 2026 secara serentak di 44 kantor cabang Bank Jateng, baik konvensional maupun syariah.
NUMLIT, SALATIGA – Peran Bank Jateng di Salatiga tak lagi sekadar sebagai lembaga perbankan. Bank pembangunan daerah tersebut dinilai telah menjadi salah satu mitra strategis Pemerintah Kota Salatiga dalam membuka akses pembiayaan sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat.
Table Of Content
Apresiasi itu disampaikan Wali Kota Salatiga, dr. Robby Hernawan, Sp.OG., saat menghadiri Gebyar Fest 81 Bank Jateng di Kantor Bank Jateng KC Salatiga, Rabu (12/8/2026).
Menurut Robby, keberadaan Bank Jateng memiliki posisi penting karena dukungan pembiayaan yang diberikan menyentuh berbagai kebutuhan masyarakat, terutama pelaku usaha dan sektor perumahan.
“Saya menyampaikan apresiasi sebesar-besarnya kepada Bank Jateng yang selama ini telah menjadi mitra Pemerintah Kota Salatiga dalam memajukan perekonomian rakyat, khususnya UMKM,” ujar Robby.
Ia menyebut kontribusi Bank Jateng juga terlihat dalam program penyediaan rumah. Dari kerja sama yang dilakukan, sebanyak 313 rumah di Salatiga telah dibiayai Bank Jateng dalam program penyediaan tiga juta rumah.
“Selain itu, Bank Jateng juga telah bermitra dengan Pemerintah Kota Salatiga dalam penyediaan tiga juta rumah. Di Salatiga, sebanyak 313 rumah telah dibiayai oleh Bank Jateng,” katanya.
Dari UMKM hingga Kredit Rumah
Gebyar Fest 81 yang digelar serentak di berbagai kantor cabang Bank Jateng menjadi gambaran bagaimana bank pembangunan daerah tersebut berupaya memperluas akses pembiayaan ke berbagai lapisan masyarakat.
Direktur Utama Bank Jateng, Bambang Widiyatmoko, dalam sambutannya secara daring mengatakan Gebyar Fest 81 berlangsung pada 12–16 Agustus 2026 secara serentak di 44 kantor cabang Bank Jateng, baik konvensional maupun syariah.

Salah satu agenda utama kegiatan tersebut adalah akad kredit massal bagi 1.100 debitur.
Pembiayaan tersebut mencakup Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk 708 debitur, Kredit Kendaraan Bermotor (KKB) untuk 136 debitur, serta Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dan Kredit Program Perumahan (KPP) untuk 256 debitur.
Di Salatiga, lima debitur turut mengikuti akad kredit massal dengan fasilitas KUR, KUP, KPP, KPR, dan KKB.
Bagi Bank Jateng, penyaluran pembiayaan tersebut menunjukkan bahwa fungsi bank pembangunan daerah tidak berhenti pada aktivitas perbankan, tetapi diarahkan untuk memperkuat aktivitas ekonomi masyarakat.
Bank Jateng Ingin Menjangkau Semua Lini
Gubernur Jawa Tengah Komjen Pol. (Purn.) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., dalam sambutannya secara daring menekankan pentingnya Bank Jateng memperluas jangkauan layanan dan pembiayaan.
Menurutnya, Bank Jateng harus mampu hadir di berbagai lapisan ekonomi, mulai dari pelaku UMKM hingga sektor industri.
“Orientasi Bank Jateng adalah mulai dari yang padat karya sampai padat modal, kawasan industri sampai UMKM, membangun RTLH sampai kredit mobil dan motor. Semua lini harus kita rangkul,” tegasnya.
Pesan tersebut menempatkan Bank Jateng bukan hanya sebagai penyedia layanan finansial, tetapi sebagai instrumen pembangunan ekonomi daerah.
Dengan cakupan pembiayaan yang menyentuh usaha masyarakat, kebutuhan hunian, hingga kebutuhan kendaraan, keberadaan Bank Jateng diharapkan mampu memberikan efek berantai terhadap aktivitas ekonomi.
“Dengan demikian, manfaat Bank Jateng dapat dirasakan untuk membangun provinsi dan kabupaten/kota hingga tingkat desa,” lanjut Ahmad Luthfi.
Gebyar Fest 81 Jadi Momentum Dekat dengan Nasabah
Di Salatiga, Gebyar Fest 81 juga diramaikan dengan penyerahan hadiah Undian Tabungan BIMA kepada para pemenang.
Pemenang Undian Tabungan BIMA Periode II Tahun 2025 yakni Masudi, Dita Nurdianti, Dwi Leksonowati, dan Haniah. Sementara pemenang Periode I Tahun 2026 adalah Niko Handoyo dan Kustiyah.
Rangkaian kegiatan tersebut memperlihatkan wajah Bank Jateng yang ingin semakin dekat dengan masyarakat, bukan hanya melalui produk pembiayaan, tetapi juga layanan tabungan dan berbagai program yang menyentuh nasabah.
Bagi Salatiga, kehadiran Bank Jateng di tengah aktivitas ekonomi masyarakat menjadi bagian dari ekosistem pembangunan daerah. Dukungan terhadap UMKM, pembiayaan perumahan, serta akses kredit bagi masyarakat menjadi modal penting agar pertumbuhan ekonomi tidak hanya bergerak di tingkat makro, tetapi juga terasa hingga tingkat rumah tangga dan pelaku usaha.
Melalui momentum Gebyar Fest 81, sinergi antara pemerintah daerah dan Bank Jateng pun kembali ditegaskan: bank pembangunan daerah bukan sekadar tempat menyimpan dan meminjam uang, tetapi dapat menjadi salah satu penggerak roda ekonomi masyarakat. (Damar Sri Prakoso)



No Comment! Be the first one.