Bukan Cuma Kuliah-Pulang, UNS Dorong Mahasiswa Baru Aktif Berorganisasi di Ormawa
Expo Organisasi Mahasiswa UNS, Jumat-Sabtu (14-15/8/2026), menjadi ruang bagi mahasiswa baru untuk mengenal sekitar 50 Ormawa tingkat universitas sekaligus menemukan wadah yang sesuai dengan minat,...
NUMLIT, SURAKARTA – Menjadi mahasiswa tidak cukup hanya dengan mengejar nilai akademik. Pengalaman berorganisasi, kemampuan berkomunikasi, kepemimpinan, hingga kemampuan bekerja dalam tim juga menjadi bekal penting untuk menghadapi kehidupan setelah kampus.
Pesan itulah yang disampaikan Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta kepada mahasiswa barunya melalui Expo Organisasi Mahasiswa (Ormawa) yang digelar di Auditorium G.P.H. Haryo Mataram UNS, Jumat-Sabtu (14-15/8/2026).
Expo tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa baru untuk mengenal sekitar 50 Ormawa tingkat universitas sekaligus menemukan wadah yang sesuai dengan minat, bakat, dan potensi masing-masing.
Direktur Direktorat Kemahasiswaan UNS, Prof. Dr. Ir. Joko Sutrisno, M.P., mengatakan mahasiswa idealnya tidak hanya memiliki prestasi akademik, tetapi juga aktif mengembangkan kemampuan nonakademik.
Ia menggambarkan mahasiswa ke dalam empat kelompok berdasarkan capaian akademik dan nonakademiknya. Kelompok pertama adalah mahasiswa yang memiliki prestasi baik di bidang akademik sekaligus aktif dan berprestasi dalam kegiatan nonakademik.

Kelompok kedua memiliki kemampuan akademik baik, tetapi kurang aktif dalam kegiatan nonakademik. Sementara kelompok ketiga memiliki kemampuan nonakademik yang baik meski prestasi akademiknya masih kurang. Adapun kelompok keempat adalah mahasiswa yang capaian akademik maupun nonakademiknya masih perlu dikembangkan.
“Dari keempat tipe tersebut, tentu kita berharap mahasiswa dapat menjadi tipe pertama, yaitu mahasiswa yang memiliki prestasi akademik sekaligus aktif dan berprestasi dalam bidang nonakademik, termasuk organisasi,” ujar Prof. Joko, Jumat (14/8/2026).
Menurutnya, keterlibatan dalam organisasi dapat menjadi ruang pembelajaran yang tidak selalu diperoleh mahasiswa di dalam kelas.
Melalui organisasi, mahasiswa dapat belajar memimpin, berkomunikasi, bekerja sama, mengambil keputusan, mengelola tanggung jawab, sekaligus membangun pengalaman berinteraksi dengan orang lain.
Karena itu, Prof. Joko mengajak mahasiswa baru tidak sekadar datang ke kampus untuk mengikuti perkuliahan, tetapi juga memanfaatkan berbagai ruang pengembangan diri yang tersedia.
“Silakan mengenal dan memilih organisasi kemahasiswaan yang sesuai dengan minat, bakat, serta ketertarikan kalian,” katanya.
Ada Sekitar 50 Ormawa untuk Dipilih
Expo Ormawa UNS menghadirkan berbagai organisasi dengan bidang kegiatan yang beragam. Mulai dari akademik, seni dan budaya, olahraga, kerohanian, kepemimpinan, kegiatan sosial, hingga berbagai aktivitas pengembangan minat dan bakat.
Keberagaman tersebut memberi kesempatan bagi mahasiswa baru untuk menemukan lingkungan yang sesuai dengan ketertarikan mereka.
Di UNS, organisasi mahasiswa tersedia mulai tingkat program studi, fakultas, hingga universitas. Sebelum mengikuti Expo Ormawa tingkat universitas, mahasiswa baru juga telah diperkenalkan dengan organisasi mahasiswa di tingkat program studi dan fakultas.
“Mulai hari ini, kalian dapat mengenal lebih jauh Ormawa di tingkat universitas. Terdapat sekitar 50 Ormawa di tingkat universitas yang dapat kalian kenali,” kata Prof. Joko.
Ia meminta mahasiswa tidak terburu-buru menentukan pilihan. Mahasiswa dapat mencari informasi, berdiskusi langsung dengan pengurus, melihat program kerja, serta memahami aktivitas masing-masing organisasi sebelum menentukan pilihan.
UNS juga mendorong mahasiswa memilih satu atau dua organisasi yang benar-benar sesuai dengan minat dan kemampuan agar keterlibatan mereka dapat dilakukan secara serius.
Rektor UNS Turut Meninjau Stand Ormawa
Expo Ormawa tidak hanya menjadi ajang pengenalan organisasi, tetapi juga memperlihatkan berbagai karya, program, dan inovasi mahasiswa UNS.

Rektor UNS, Prof. Dr. Hartono, dr., M.Si., turut mengunjungi sejumlah stand Ormawa. Dalam kunjungan tersebut, Rektor melihat secara langsung berbagai aktivitas dan karya yang ditampilkan mahasiswa.
Kehadiran Rektor menjadi bentuk apresiasi sekaligus dukungan kampus terhadap kreativitas mahasiswa dan kontribusi organisasi dalam menciptakan berbagai kegiatan yang bermanfaat bagi sivitas akademika maupun masyarakat.
Bagi mahasiswa baru, Expo Ormawa pada akhirnya bukan sekadar pameran organisasi. Kegiatan tersebut menjadi pintu awal untuk menentukan bagaimana mereka akan menjalani kehidupan di kampus.
Sebab, empat tahun di perguruan tinggi bukan hanya tentang berapa tinggi nilai yang berhasil diraih, tetapi juga tentang berapa banyak pengalaman, keterampilan, jejaring, dan karakter yang berhasil dibangun sepanjang perjalanan menjadi mahasiswa. (Damar Sri Prakoso)



No Comment! Be the first one.