Begini Cara UKSW Salatiga Bantu Cegah Stunting Anak
Stunting bukan label negatif bagi seorang anak. Ini adalah alarm bagi kita semua untuk bergerak bersama.
NUMLIT, SALATIGA — Penanganan stunting sering kali identik dengan pembagian makanan bergizi. Namun, Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga memilih pendekatan yang lebih menyeluruh.
Tak hanya memastikan anak mendapatkan asupan gizi yang cukup, kampus ini juga mendampingi orang tua, memperkuat kesehatan mental keluarga, hingga memberdayakan ekonomi masyarakat melalui program smart farming.
Pendekatan tersebut dijalankan UKSW bersama Pemerintah Kota Salatiga melalui Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING).
Kolaborasi ini menunjukkan bahwa persoalan stunting tidak hanya berkaitan dengan kondisi fisik anak, tetapi juga dipengaruhi pola asuh, kondisi psikologis keluarga, dan ketahanan ekonomi rumah tangga.
Ketua Tim GENTING UKSW sekaligus Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Komunikasi (FISKOM), Dr. Ir. Sri Suwartiningsih, M.Si., mengatakan penanganan stunting membutuhkan intervensi lintas disiplin agar hasilnya benar-benar berkelanjutan.
“Kami tidak hanya fokus pada perbaikan nutrisi. Aspek psikologi, sosial, hingga ekonomi keluarga juga kami dampingi. Anak-anak mendapatkan pemantauan rutin, sementara orang tua mengikuti konseling, parent meeting, dan pendampingan agar mampu membangun pola pengasuhan yang lebih baik,” ujarnya, dikutip dari laman resmi UKSW.
Dalam pelaksanaannya, UKSW menggandeng Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) Kota Salatiga.
Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) UKSW menyusun menu bergizi seimbang yang kemudian diolah bersama kader Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT).
Selama enam bulan, anak-anak sasaran menerima Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berbasis Tinggi Kalori Tinggi Protein (TKTP) yang dipantau setiap hari untuk memastikan kecukupan gizi mereka.
Hasilnya cukup menggembirakan. Pada pelaksanaan gelombang pertama, sebanyak 16 dari 20 anak berhasil keluar dari kategori stunting.
Empat anak lainnya masih menjalani pendampingan intensif karena memiliki kondisi kesehatan khusus.
Keberhasilan tersebut mendorong UKSW melanjutkan program pada tahun kedua dengan pendekatan yang lebih inovatif melalui Smart Farming Anti Stunting.
Bersama Fakultas Pertanian dan Bisnis (FPB), masyarakat diajak membudidayakan berbagai sayuran organik seperti selada, sawi, kangkung, seledri, dan daun bawang menggunakan sistem pertanian modern.
Program ini tidak hanya menyediakan bahan pangan segar untuk kebutuhan PMT, tetapi juga membuka peluang tambahan pendapatan bagi warga.
“Harapannya masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi mampu mandiri memenuhi kebutuhan pangan bergizi sekaligus memperoleh nilai ekonomi dari hasil pertanian tersebut,” kata Sri Suwartiningsih.
Pendekatan tersebut mulai menunjukkan hasil positif. Berdasarkan evaluasi hingga 26 Juni 2026, sebanyak 31 anak mengalami peningkatan berat badan, sedangkan 28 anak bertambah tinggi badannya, menandakan perkembangan tumbuh kembang yang semakin baik.

Perubahan itu juga dirasakan langsung oleh para orang tua. Salah seorang peserta program, Servatius Asprila Angga Pradana, mengaku mendapatkan banyak inspirasi dari variasi menu yang diberikan selama pendampingan.
“Dulu anak saya sulit sekali makan ayam. Setelah diolah menjadi sate lilit seperti yang diajarkan dalam program ini, ternyata dia justru lahap. Sekarang berat badan dan tinggi badannya meningkat, bahkan perkembangan belajarnya juga mulai terlihat lebih baik,” tuturnya.
Menurut Sri Suwartiningsih, keberhasilan program GENTING menjadi bukti bahwa stunting tidak bisa diselesaikan hanya melalui intervensi kesehatan semata.
Program ini juga berhasil mengubah cara pandang masyarakat terhadap stunting yang selama ini kerap dianggap sebagai persoalan gizi semata.
“Stunting bukan label negatif bagi seorang anak. Ini adalah alarm bagi kita semua untuk bergerak bersama. Ketika kesehatan, pendidikan, psikologi, ekonomi keluarga, dan lingkungan dibangun secara bersamaan, peluang anak tumbuh sehat akan jauh lebih besar,” jelasnya.
Melalui kolaborasi tersebut, UKSW berharap model penanganan stunting berbasis pemberdayaan masyarakat dapat direplikasi di berbagai daerah.
Sebab, investasi terbaik untuk masa depan bukan hanya memastikan anak tumbuh lebih tinggi, tetapi juga membangun keluarga yang lebih sehat, mandiri, dan siap melahirkan generasi yang tangguh. (Damar Sri Prakoso)



No Comment! Be the first one.