Buka Jurusan Ototronik, SMK Veteran 1 Sukoharjo Tancap Gas Cetak Lulusan Siap Industri
SMK Veteran 1 Sukoharji mulai membuka kompetensi keahlian baru Teknik Ototronik, sebuah bidang yang berfokus pada teknologi kendaraan listrik dan sistem otomotif modern.
NUMLIT, SUKOHARJO – Perkembangan teknologi kendaraan listrik mulai mengubah kebutuhan dunia kerja.
Menyadari perubahan tersebut, SMK Veteran 1 Sukoharjo memilih tidak sekadar mengikuti tren, tetapi menyiapkan sumber daya manusia yang siap menghadapi industri otomotif masa depan.
Komitmen itu diperkuat dengan dikukuhkannya Malkan Maliya, S.Pd., M.Si. sebagai Kepala SMK Veteran 1 Sukoharjo periode 2026–2030.
Pengangkatan tersebut ditandai dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) oleh Ketua Pembina Yayasan Pembina Pendidikan Perguruan (YPPP) Veteran Sukoharjo, Drs. Bambang Margono, M.M., di aula sekolah, Rabu (7/7/2026).
Momentum tersebut juga dirangkai dengan peresmian Gedung Bantuan Revitalisasi SMK Tahun 2026 berupa Ruang Praktik Siswa (RPS) Teknik Kendaraan Ringan (TKR), yang diharapkan semakin memperkuat pembelajaran berbasis praktik sebagai sekolah berstatus SMK Pusat Keunggulan.
Di bawah kepemimpinan Malkan, sekolah mulai membuka kompetensi keahlian baru Teknik Ototronik, sebuah bidang yang berfokus pada teknologi kendaraan listrik dan sistem otomotif modern. Sebanyak 28 siswa menjadi angkatan pertama program tersebut pada tahun ajaran 2026.
Ketua Pembina YPPP Veteran Sukoharjo, Drs. Bambang Margono, M.M., menilai langkah tersebut sebagai bentuk kesiapan sekolah membaca arah perkembangan industri otomotif.
“Kami mengapresiasi inovasi yang terus dilakukan Pak Malkan. Program Ototronik menjadi langkah yang tepat karena perkembangan mobil dan motor listrik semakin pesat. Kerja sama dengan dunia usaha dan dunia industri juga harus terus diperkuat agar kualitas lulusan semakin baik,” ujarnya.
Menurut Bambang, inovasi sekolah juga tercermin dari meningkatnya kepercayaan masyarakat.
Tahun ajaran ini, jumlah peserta didik baru mencapai sekitar 569 siswa, angka yang disebutnya melampaui sejumlah sekolah negeri maupun swasta di Kabupaten Sukoharjo.
Bahkan, YPPP Veteran saat ini tengah menjajaki rencana pembangunan stasiun pengisian kendaraan listrik (SPKLU) di lingkungan sekolah sebagai bagian dari dukungan terhadap pembelajaran teknologi otomotif masa depan.
Selain penguatan kompetensi teknis, Bambang menekankan pentingnya pembentukan karakter siswa.
Menurutnya, banyak lulusan SMK Veteran 1 Sukoharjo yang berhasil bekerja di berbagai kawasan industri seperti Batam, Tangerang, hingga Surabaya bukan hanya karena keterampilan, tetapi juga etos kerja yang baik.
“Yang harus terus dijaga adalah kebersamaan, kekompakan, kondusivitas sekolah, serta pembentukan karakter siswa. Jika kualitas dan kepercayaan masyarakat terus dipertahankan, saya yakin SMK Veteran akan semakin maju dan dikenal lebih luas di Jawa Tengah,” katanya.
Sementara itu, Kepala SMK Veteran 1 Sukoharjo Malkan Maliya mengatakan amanah yang kembali diberikan kepadanya bukan sekadar jabatan administratif, melainkan tanggung jawab untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.
“Amanah ini bukan sebuah jabatan, melainkan tanggung jawab besar untuk menghadirkan kepemimpinan yang berintegritas, kolaboratif, dan berorientasi pada peningkatan mutu pendidikan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, selain membuka jurusan baru Teknik Ototronik, jumlah rombongan belajar kini meningkat menjadi 46 rombel dengan total sekitar 1.620 siswa.
Capaian tersebut, menurutnya, menjadi bukti meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap kualitas pendidikan di SMK Veteran 1 Sukoharjo.
Malkan menegaskan, kepercayaan itu dibangun melalui pelayanan pendidikan yang berorientasi pada praktik, kemitraan industri, penyaluran lulusan, serta pengembangan Teaching Factory yang terus diperkuat.
“Yang kita utamakan adalah pelayanan. Praktik yang berkualitas, hubungan dengan industri, penyaluran lulusan, dan pengembangan Teaching Factory menjadi kunci kepercayaan masyarakat kepada sekolah ini,” jelasnya.

Ke depan, ia mengajak seluruh guru dan tenaga kependidikan untuk terus memperkuat budaya industri di lingkungan sekolah sekaligus membangun karakter peserta didik agar siap menghadapi tantangan dunia kerja maupun pendidikan tinggi.
“Kami berharap SMK Veteran 1 Sukoharjo terus berkembang, semakin dipercaya masyarakat, serta mampu melahirkan generasi yang beriman, berakhlak mulia, cerdas, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan,” tuturnya.
Hal senada disampaikan Pengawas SMK Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VII Jawa Tengah, Pangarso Yuliatmoko, yang mengingatkan bahwa meningkatnya jumlah siswa harus diimbangi dengan peningkatan mutu pendidikan.
“Murid yang banyak adalah sebuah keberkahan, tetapi juga amanah. Tanggung jawab sekolah adalah mendidik mereka dengan baik sehingga ketika lulus bisa memperoleh masa depan sesuai cita-citanya,” katanya.
Ia mendorong sekolah terus mengembangkan kompetensi keahlian yang sesuai kebutuhan industri, memperkuat soft skill, kreativitas, kemampuan komunikasi, kolaborasi, serta pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan artifisial secara bijak.
“Jangan hanya mengejar nilai rapor dan ijazah. Pastikan lulusan SMK Veteran 1 memiliki soft skill yang kuat karena itulah bekal utama untuk sukses di dunia kerja,” pungkasnya.
Dengan kepemimpinan baru, fasilitas praktik yang semakin modern, serta pembukaan kompetensi keahlian yang selaras dengan perkembangan industri kendaraan listrik, SMK Veteran 1 Sukoharjo optimistis terus memperkuat posisinya sebagai salah satu sekolah vokasi yang mampu mencetak lulusan kompeten, adaptif, dan siap bersaing di era transformasi industri. (Damar Sri Prakoso)



No Comment! Be the first one.