Dari Kain Perca Jadi Produk Bernilai, Tim Memoria ISI Surakarta Dorong Kreativitas Ibu-Ibu Laweyan
Peserta workhsop menghias pin yang telah disiapkan menggunakan beragam material dekorasi, mulai dari manik-manik, pita, renda hingga stiker.
NUMLIT, SURAKARTA — Kain perca yang selama ini kerap berakhir sebagai limbah ternyata bisa menjadi bahan untuk melahirkan produk kreatif bernilai guna sekaligus berpotensi menghasilkan tambahan pendapatan.
Peluang inilah yang coba dikenalkan Tim Memoria PPK Ormawa HIMA DKV ISI Surakarta kepada kelompok ibu-ibu PKK di Kelurahan Laweyan, Surakarta, Jawa Tengah.
Melalui Workshop Kreasi Pin dari Kain Perca, sebanyak 20 anggota Pokja 2 TP PKK Kelurahan Laweyan dari 10 RT diajak mengolah kain perca menjadi produk kerajinan sederhana. Kegiatan tersebut digelar di Batik Halus Puspa Kencana, Sekretariat Forum Pengembangan Kampoeng Batik Laweyan (FPKBL) Solo, Minggu (30/8/2026).
Workshop tidak berhenti pada pengenalan bahan, tetapi langsung diarahkan pada praktik. Peserta menghias pin yang telah disiapkan menggunakan beragam material dekorasi, mulai dari manik-manik, pita, renda hingga stiker.
Konsep sederhana tersebut menjadi pintu masuk untuk mengenalkan bahwa kreativitas dapat mengubah bahan yang sebelumnya kurang bernilai menjadi produk yang memiliki fungsi dan peluang ekonomi.
Ketua PKK Kelurahan Laweyan, Yuyun D. Atmawijaya, menyambut positif kegiatan tersebut. Menurutnya, keterampilan membuat kerajinan dapat terus dikembangkan oleh para peserta setelah workshop berakhir.
“Saya senang kalau ibu-ibu bisa mencoba membuat sendiri, karena keterampilan seperti ini bisa terus dikembangkan, bahkan kalau produknya sudah bagus bisa memiliki nilai jual,” ujar Yuyun.
Bagi Tim Memoria, proses pembelajaran justru menjadi bagian penting dari kegiatan. Ketua Tim PPK Ormawa, Rafifah Hafidha Putri Rashika, mengatakan tim bersama para pendamping turut membantu peserta selama proses menghias pin.
Untuk memudahkan praktik, berbagai bahan dekorasi juga telah dipisahkan ke dalam beberapa wadah sehingga peserta dapat memilih dan menggunakannya dengan lebih praktis.
Pendampingan tersebut membuat seluruh peserta dapat menyelesaikan karya mereka hingga akhir kegiatan. Workshop kemudian ditutup dengan sesi foto bersama.
Mengubah Limbah Menjadi Peluang
Kegiatan ini memperlihatkan bahwa pemberdayaan masyarakat tidak selalu harus dimulai dari pelatihan yang kompleks. Bahan sederhana seperti kain perca pun dapat menjadi media untuk membuka ruang kreativitas dan mengenalkan peluang pemanfaatan limbah.
Bagi ibu-ibu PKK, keterampilan tersebut juga dapat dikembangkan lebih lanjut menjadi produk kerajinan dengan desain yang lebih beragam. Jika kualitas dan kreativitas produk terus ditingkatkan, pin berbahan kain perca berpotensi tidak hanya menjadi karya hasil pelatihan, tetapi juga produk yang memiliki nilai jual.
Di sisi lain, keterlibatan mahasiswa DKV ISI Surakarta menunjukkan bagaimana pengetahuan desain dapat dibawa keluar dari lingkungan kampus dan diterapkan dalam pemberdayaan masyarakat.
Melalui Tim Memoria PPK Ormawa HIMA DKV ISI Surakarta, kreativitas tidak hanya ditempatkan sebagai aktivitas membuat karya, tetapi juga sebagai cara melihat kembali barang yang dianggap tidak terpakai menjadi sesuatu yang memiliki fungsi dan peluang baru. (Damar Sri Prakoso)



No Comment! Be the first one.