Ini Pesan Penting dari Parenting Akbar SIT Nur Hidayah
Kegiatan ini menjadi puncak rangkaian Enhavagansa XIV sekaligus mempertemukan keluarga besar Sekolah Islam Terpadu (SIT) Nur Hidayah, mulai dari PAUD IT, SD IT, SMP IT hingga SMA IT Nur Hidayah...
NUMLIT, SUKOHARJO – Di tengah tantangan era kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang terus berkembang, kemampuan akademik saja dinilai tak lagi cukup menjadi bekal anak menghadapi masa depan.
Kesadaran inilah yang diangkat dalam Silaturahmi dan Parenting Akbar SIT Nur Hidayah yang menghadirkan dokter sekaligus inovator nasional dr. Gamal Albinsaid dan pakar pendidikan Prof. Dr. Sukro Muhab di Edutorium Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Sabtu (11/7/2026).
Mengusung tema “From Surviving to Growing: Building Self Awareness and Mental Resilience”, kegiatan ini menjadi puncak rangkaian Enhavagansa XIV sekaligus mempertemukan seluruh keluarga besar Sekolah Islam Terpadu (SIT) Nur Hidayah, mulai dari PAUD IT, SD IT, SMP IT hingga SMA IT Nur Hidayah.
Alih-alih hanya membahas prestasi akademik, forum parenting ini mengajak orang tua dan peserta didik untuk mempersiapkan generasi yang memiliki kesadaran diri, daya lenting (resilience), serta karakter kuat dalam menghadapi perubahan zaman.
Dalam sesi inspiratifnya, dr. Gamal Albinsaid mengingatkan bahwa keberhasilan seseorang tidak hanya diukur dari nilai rapor atau gelar pendidikan, tetapi dari seberapa besar manfaat yang mampu diberikan kepada masyarakat.

Melalui kisah perjalanan hidup dan berbagai inovasi sosial yang pernah digagasnya, dr. Gamal mengajak para pelajar untuk berani bermimpi, memanfaatkan waktu sebaik mungkin, serta terus berkarya demi memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar.
“Nikmatilah tantangan, karena di sanalah anak hebat, kuat, dan tangguh dibesarkan. Kalau kita menyempurnakan niat, maka Allah akan menyempurnakan pertolongan-Nya,” pesan dr. Gamal yang disambut antusiasme peserta.
Sementara itu, Prof. Dr. Sukro Muhab, M.Si., Staf Khusus Menteri Ketenagakerjaan RI sekaligus Ketua Majelis Tinggi JSIT Indonesia, menyoroti perubahan besar yang sedang terjadi akibat perkembangan robotika dan kecerdasan artifisial.
Menurutnya, dunia kerja beberapa tahun mendatang akan sangat berbeda dengan kondisi saat ini sehingga pendidikan harus mampu beradaptasi.
Ia menegaskan bahwa sekolah tidak hanya bertugas mencetak siswa berprestasi, tetapi juga membangun generasi Ulil Albab yang memiliki kecerdasan intelektual, spiritual, sosial, sekaligus kemampuan menghadapi perubahan.
Untuk itu, JSIT terus mengembangkan penguatan future skills melalui pembelajaran yang mendorong peserta didik berpikir kritis, kreatif, komunikatif, dan kolaboratif, disertai penanaman growth mindset kepada guru maupun siswa.
Prof. Sukro juga memperkenalkan pendekatan pembelajaran TERPADU, yakni Telaah, Eksplorasi, Rumuskan dan Presentasikan, serta Aplikasikan dalam kehidupan dunia maupun akhirat.

Menurutnya, proses belajar harus mampu melahirkan peserta didik yang tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mengimplementasikannya dalam kehidupan nyata.
Tak kalah penting, ia mengingatkan bahwa keluarga tetap menjadi sekolah pertama bagi anak.
Karena itu, orang tua perlu membangun lingkungan yang memberi ruang bagi anak untuk mencoba, berani gagal, mampu bangkit kembali, adaptif terhadap perubahan, serta memiliki semangat belajar sepanjang hayat.
Acara parenting ini semakin semarak dengan penampilan seni dari peserta didik seluruh unit SIT Nur Hidayah. Mulai dari paduan suara, vocal group, hingga Tari Ratoh Jaroe sukses menghibur ribuan peserta yang memenuhi Edutorium UMS.
Melalui kegiatan tersebut, SIT Nur Hidayah ingin menegaskan bahwa pendidikan bukan sekadar mengejar prestasi akademik, melainkan membentuk generasi yang memiliki karakter kuat, kesehatan mental yang baik, serta kesiapan menghadapi tantangan masa depan.
Kolaborasi antara sekolah dan orang tua pun menjadi kunci agar anak tidak hanya mampu bertahan di tengah perubahan, tetapi juga terus bertumbuh dan memberikan manfaat bagi masyarakat. (Damar Sri Prakoso)



No Comment! Be the first one.