Mahasiswa UGM Bisa Kuliah ke China Lewat Kerja Sama dengan Industri Kulit
Tak hanya membuka program magang, kerja sama terbaru antara UGM dan PT Lianhua Leather Industry juga menghadirkan kesempatan beasiswa studi lanjut ke Tiongkok bagi sumber daya manusia berpotensi.
NUMLIT, JOGJA – Mahasiswa Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta kini memiliki peluang lebih luas untuk memperkuat kompetensi sekaligus menembus industri global.
Tak hanya membuka program magang, kerja sama terbaru antara UGM dan PT Lianhua Leather Industry juga menghadirkan kesempatan beasiswa studi lanjut ke Tiongkok bagi sumber daya manusia berpotensi.
Kolaborasi tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang berlangsung di Fakultas Peternakan UGM, Selasa (7/7/2026).
Penandatanganan dilakukan oleh Dekan Fakultas Peternakan UGM, Prof. Ir. Budi Guntoro, S.Pt., M.Sc., Ph.D., IPU., ASEAN Eng., bersama Vice General Manager PT Lianhua Leather Industry, Julius Kurniawan.
Kerja sama ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat keterhubungan antara dunia pendidikan tinggi dan industri, khususnya sektor penyamakan kulit yang terus berkembang dan membutuhkan tenaga profesional dengan kompetensi spesifik.
Dekan Fakultas Peternakan UGM, Budi Guntoro, mengatakan perguruan tinggi memiliki peran penting dalam menyiapkan sumber daya manusia yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu menjawab kebutuhan industri.
Menurutnya, Fakultas Peternakan UGM memiliki modal kuat melalui jejaring akademik internasional yang selama ini telah terbangun, termasuk kerja sama dengan berbagai universitas di Eropa melalui program Erasmus.
“Perkembangan teknologi di bidang pengolahan kulit menuntut adanya sinergi yang semakin erat antara perguruan tinggi dan dunia industri. Kami berharap kerja sama ini dapat berkembang lebih luas, tidak hanya pada program magang, tetapi juga riset bersama, pengembangan inovasi, hingga menghadirkan praktisi industri sebagai dosen tamu,” ujarnya, dikutip dari laman resmi UGM.
Ia menilai kolaborasi semacam ini menjadi kunci untuk melahirkan lulusan yang siap menghadapi tantangan dunia kerja sekaligus mampu menghadirkan inovasi bagi pengembangan industri perkulitan nasional.
Sementara itu, Vice General Manager PT Lianhua Leather Industry, Julius Kurniawan, menyebut perusahaan saat ini masih membutuhkan banyak tenaga profesional, terutama untuk mendukung operasional industri penyamakan kulit di Cianjur.
Karena itu, kemitraan dengan perguruan tinggi dinilai menjadi langkah strategis dalam menyiapkan talenta muda yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan industri.
“Kami berharap sumber daya manusia dari UGM dapat berkontribusi dalam dunia perkulitan, khususnya di bidang penyamakan kulit. Semoga kerja sama ini menjadi hubungan yang saling menguntungkan antara dunia industri dan perguruan tinggi,” katanya.
Menariknya, kolaborasi ini tidak berhenti pada program magang. PT Lianhua Leather Industry juga membuka peluang beasiswa studi lanjut ke Tiongkok bagi mahasiswa maupun sumber daya manusia yang memiliki potensi untuk mengembangkan keahlian di bidang perkulitan.
Program tersebut diharapkan mampu memperluas wawasan internasional sekaligus meningkatkan kualitas lulusan agar siap bersaing di tingkat global.
Melalui kemitraan ini, UGM dan PT Lianhua Leather Industry berharap lahir lebih banyak inovasi di sektor perkulitan, memperkuat daya saing industri nasional, sekaligus membuka lebih banyak peluang karier bagi mahasiswa.
Kolaborasi antara kampus dan industri pun diharapkan menjadi model pengembangan pendidikan tinggi yang lebih adaptif terhadap kebutuhan dunia kerja sekaligus mampu mencetak lulusan yang kompeten, inovatif, dan berdaya saing internasional. (Damar Sri Prakoso)



No Comment! Be the first one.