Mahasiswa TSU Bawa Teknologi IoT ke Desa, Peternak Bisa Pantau Kesehatan Ternak Real Time
Teknologi Internet of Things (IoT) mulai diperkenalkan nahasiswa TSU Surakarta untuk membantu para peternak menjaga kesehatan ternak sekaligus menciptakan lingkungan kandang yang lebih sehat dan...
NUMLIT, WONOGIRI – Transformasi digital tak lagi hanya menyentuh kawasan perkotaan.
Di Desa Jatirejo, Kecamatan Girimarto, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, teknologi Internet of Things (IoT) mulai diperkenalkan untuk membantu para peternak menjaga kesehatan ternak sekaligus menciptakan lingkungan kandang yang lebih sehat dan berkelanjutan.
Inovasi tersebut dihadirkan oleh mahasiswa Tiga Serangkai University (TSU) Surakarta melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang berlangsung pada 4–11 Juli 2026.
Mengusung tema “Smart Livestock Health System Berbasis Internet of Things (IoT)”, para mahasiswa tidak sekadar menjalankan pengabdian masyarakat, tetapi juga membawa solusi teknologi yang dapat diterapkan langsung oleh peternak di desa.
Program ini resmi diawali dengan penerimaan mahasiswa KKN oleh Pemerintah Desa Jatirejo di Kantor Desa pada Senin (6/7/2026).
Kehadiran mahasiswa disambut sebagai langkah kolaboratif antara perguruan tinggi dan pemerintah desa untuk meningkatkan kualitas sektor peternakan berbasis inovasi.
Ketua Program Kemitraan Masyarakat (PKM-PMM) sekaligus dosen pendamping, Sri Hariyati Fitriasih, menjelaskan bahwa program tersebut dirancang untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dalam memanfaatkan teknologi digital guna mendukung kesehatan ternak dan pengelolaan lingkungan kandang.
“Program ini bertujuan meningkatkan pemahaman peternak mengenai kesehatan ternak dan pengelolaan lingkungan kandang, menerapkan teknologi Smart Livestock Health System berbasis Internet of Things (IoT) untuk memantau kondisi kandang secara real time, meningkatkan kesadaran masyarakat tentang keterkaitan kesehatan lingkungan kandang dengan kesehatan masyarakat, serta mendukung pengelolaan peternakan yang lebih efektif, sehat, dan berkelanjutan,” jelasnya.
Melalui sistem berbasis IoT, berbagai kondisi lingkungan kandang dapat dipantau secara cepat dan akurat.
Data yang diperoleh memungkinkan peternak mendeteksi lebih dini potensi gangguan kesehatan ternak, sehingga penanganan dapat dilakukan sebelum menimbulkan kerugian yang lebih besar.
Tak hanya mengenalkan teknologi, mahasiswa juga memberikan edukasi mengenai pentingnya menjaga kebersihan kandang, kesehatan hewan, dan kaitannya dengan kesehatan masyarakat secara keseluruhan.
Pendekatan ini diharapkan mampu membangun kesadaran bahwa peternakan modern tidak hanya mengandalkan pengalaman, tetapi juga memanfaatkan teknologi sebagai pendukung pengambilan keputusan.
Penjabat Kepala Desa Jatirejo, Setyaningsih Ariani, menyambut baik pelaksanaan program tersebut. Menurutnya, kepercayaan yang diberikan TSU menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk mengenal inovasi yang dapat meningkatkan produktivitas peternakan.
“Kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada Desa Jatirejo sebagai lokasi kegiatan ini. Semoga program yang dilaksanakan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya para peternak, serta dapat terus berlanjut sebagai bentuk sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah desa dalam membangun desa yang maju dan berdaya saing,” ujarnya, dikutip dari laman resmi Pemkab Wonogiri.
Program KKN ini menunjukkan bahwa peran mahasiswa tidak lagi sebatas melaksanakan pengabdian masyarakat secara konvensional. Mereka juga menjadi agen transformasi digital yang membawa inovasi langsung ke desa-desa.
Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat, TSU berharap penerapan teknologi IoT di sektor peternakan mampu meningkatkan produktivitas, menciptakan lingkungan kandang yang lebih sehat, serta menjadi model pengembangan peternakan berkelanjutan di Kabupaten Wonogiri.
Dengan demikian, digitalisasi tidak hanya menjadi wacana, tetapi benar-benar memberikan manfaat nyata bagi kehidupan masyarakat pedesaan. (Damar Sri Prakoso)



No Comment! Be the first one.