Hari Pertama Sekolah di Kudus, Banyak Ayah Antar Anak ke Sekolah
Kehadiran para ayah tampak lebih dominan dibanding hari-hari biasa sebagai bentuk dukungan terhadap Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah (GAMAS) yang digagas Pemerintah Provinsi Jawa...
NUMLIT, KUDUS – Suasana berbeda terlihat pada hari pertama masuk sekolah tahun ajaran 2026/2027 di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Senin (13/7/2026). Sejak pagi, ratusan orang tua memadati sejumlah sekolah untuk mengantar putra-putrinya.
Menariknya, kehadiran para ayah tampak lebih dominan dibanding hari-hari biasa sebagai bentuk dukungan terhadap Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah (GAMAS) yang digagas Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Pemerintah Kabupaten Kudus.
Berdasarkan pantauan tim redaksi di lapangan, pemandangan ayah mengantar anak tampak di berbagai satuan pendidikan. Ada yang datang menggunakan sepeda motor, mobil pribadi, hingga berjalan kaki. Meski demikian, sejumlah ibu juga masih terlihat mendampingi anak-anak mereka memasuki lingkungan sekolah.
Salah satu sekolah yang dipadati orang tua adalah SMP Negeri 1 Kudus. Sebagai sekolah favorit di Kabupaten Kudus, arus kendaraan di depan sekolah tampak lebih ramai dibanding hari biasa.
Para ayah terlihat mengantar anak hingga gerbang sekolah, memberikan pelukan, berpesan agar semangat belajar, lalu mengabadikan momen bersama sebelum kembali beraktivitas.
Momentum tersebut menjadi bagian dari implementasi Surat Edaran Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten Kudus Nomor 400.3/1924/2026 tentang Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah (GAMAS).
Program ini merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Gubernur Jawa Tengah dan Surat Bupati Kudus yang bertujuan mendorong keterlibatan ayah dalam pendidikan anak sejak dini.
Dalam surat edaran tersebut dijelaskan bahwa GAMAS bukan sekadar kegiatan seremonial mengantar anak ke sekolah.
GAMAS menjadi upaya memperkuat komunikasi antara orang tua dan pihak sekolah, meningkatkan keterlibatan ayah dalam tumbuh kembang anak, membangun karakter, serta mempererat hubungan dalam keluarga.
Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten Kudus, Harjuna Widada SH, juga meminta seluruh kepala satuan pendidikan, mulai dari PAUD, SD hingga SMP negeri maupun swasta, mengimbau para ayah untuk mengantar anak pada hari pertama sekolah sekaligus mengampanyekan gerakan tersebut.
“GAMAS merupakan upaya untuk mendorong kehadiran ayah secara langsung dalam momentum mengantar anak di hari pertama sekolah di satuan Pendidikan, sebagai sarana penguatan komunikasi antara orang tua dan pendidik, pemahaman perkembangan akademik anak, pembentukan karakter, serta penguatan kualitas relasi dalam keluarga,” terangnya dalam keterangan tertulis yang dikutip, Senin (13/7/2026).
Kehadiran para ayah di lingkungan sekolah mendapat sambutan positif dari para guru.
Selain menciptakan suasana hangat di hari pertama masuk sekolah, keterlibatan orang tua dinilai mampu meningkatkan rasa percaya diri anak ketika memulai tahun ajaran baru.
Bagi sebagian keluarga, momen sederhana tersebut menjadi kesempatan berharga yang jarang terjadi di tengah kesibukan pekerjaan.
Tidak sedikit ayah yang meluangkan waktu sebelum berangkat bekerja demi memastikan anak mereka memulai hari pertama sekolah dengan penuh semangat.
“Hari ini hari pertama masuk sekolah anak saya di SMP Negeri 1 Kudus. Saya yang mengantar anak ke sekolah. Saya tidak ingin melewatkan momentum ini. Anak juga merasa tenang dan senang,” kata Huda, salah satu orang tua siswa.
Program GAMAS sendiri diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan simbolis.
Lebih dari itu, gerakan ini diharapkan mampu membangun budaya pengasuhan yang melibatkan kedua orang tua secara aktif sehingga pendidikan anak menjadi tanggung jawab bersama, baik di lingkungan keluarga maupun sekolah.
Dengan keterlibatan ayah yang semakin besar, pemerintah berharap tumbuh generasi yang lebih percaya diri, berkarakter, dan memiliki dukungan emosional yang kuat dari keluarga.



No Comment! Be the first one.