SV UNS Gandeng DPUPR Karanganyar, Siapkan Pendampingan Gratis bagi MBR
Sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan praktisi menjadi kunci dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di sektor jasa konstruksi.
NUMLIT, KARANGANYAR – Perguruan tinggi tidak lagi cukup hanya menghasilkan lulusan dan penelitian. Di era saat ini, kampus dituntut mampu menghadirkan solusi nyata yang langsung dirasakan masyarakat.
Semangat itulah yang melandasi kerja sama antara Sekolah Vokasi Universitas Sebelas Maret (SV UNS) Surakarta dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (DPUPR) Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.
Kerja sama yang ditandatangani pada Rabu (8/7/2026) di Aula DPUPR Karanganyar tersebut tidak hanya berorientasi pada pengembangan akademik, tetapi juga membuka peluang berbagai program pengabdian masyarakat.
Salah satu program yang tengah dipersiapkan adalah pendampingan penyusunan dokumen teknis Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
Perjanjian kemitraan ditandatangani oleh Dekan Sekolah Vokasi UNS, Prof. Dr. Eng. Ir. Herman Saputra, S.Pd., M.Pd., M.T., bersama Kepala DPUPR Kabupaten Karanganyar, Ir. Asihno Purwadi, S.T., dengan fokus kerja sama pada Program Studi Sarjana Terapan Manajemen Konstruksi.
Menurut Herman Saputra, tantangan perguruan tinggi saat ini bukan lagi sekadar menghasilkan lulusan atau memperbanyak publikasi ilmiah, melainkan memastikan ilmu pengetahuan yang dikembangkan mampu memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
“Perguruan tinggi harus memberikan dampak nyata kepada masyarakat. Kolaborasi dengan pemerintah menjadi salah satu cara agar keilmuan yang dikembangkan benar-benar dapat diterapkan untuk menyelesaikan persoalan di lapangan,” ujarnya.
Ia menjelaskan Sekolah Vokasi UNS memiliki berbagai sumber daya, mulai dari tenaga akademik, laboratorium, hingga mahasiswa yang siap dilibatkan dalam berbagai program pengabdian dan pendampingan masyarakat.
Menurutnya, karakter pendidikan vokasi memang dirancang untuk menghasilkan lulusan yang siap bekerja sekaligus mampu memberikan solusi terhadap kebutuhan dunia industri maupun pemerintahan.
Sementara itu, Kepala DPUPR Kabupaten Karanganyar, Asihno Purwadi, menyambut baik kolaborasi tersebut. Ia menilai sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan praktisi menjadi kunci dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di sektor jasa konstruksi.
“Kualitas infrastruktur sangat ditentukan oleh kompetensi sumber daya manusianya. Karena itu, peran perguruan tinggi sangat penting untuk mendukung peningkatan kapasitas ASN maupun pelaku jasa konstruksi, terlebih dengan perkembangan teknologi konstruksi yang semakin pesat,” katanya, seusai acara.

Kepala Program Studi D4 Sarjana Terapan Manajemen Konstruksi SV UNS, Dr. Ir. Dewi Handayani, S.T., M.T., IPU, menjelaskan bahwa ruang lingkup kerja sama mencakup pengembangan pembelajaran, kerja praktik mahasiswa, penelitian, penyusunan kurikulum, hingga pelatihan bagi aparatur sipil negara (ASN).
Selain itu, kedua institusi juga berkomitmen mengoptimalkan potensi masing-masing untuk menghadirkan solusi atas berbagai persoalan pembangunan di daerah.
Salah satu program prioritas yang tengah disiapkan adalah pendampingan teknis penyusunan dokumen Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) bagi masyarakat berpenghasilan rendah agar proses pembangunan rumah dapat dilakukan sesuai ketentuan.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, peserta juga mendapatkan pembekalan mengenai penerapan Building Information Modelling (BIM) 5D berbasis Cubicost yang disampaikan dosen Program Studi D4 Manajemen Konstruksi SV UNS, Ir. Canggih Gilang Pradana, S.T., M.T., dan Fendi Harry Yanto, S.T., M.T.
Sementara itu, materi mengenai tantangan pelaksanaan proyek konstruksi di daerah disampaikan oleh Fabian Indra Arsalna, S.T., dari DPUPR Kabupaten Karanganyar.
Kegiatan ini diikuti oleh jajaran pejabat struktural dan tim teknis DPUPR Kabupaten Karanganyar, konsultan perencana, konsultan pengawas, serta penyedia jasa konstruksi sebagai bagian dari upaya memperkuat kolaborasi antara dunia akademik, pemerintah, dan pelaku industri konstruksi. (Damar Sri Prakoso)



No Comment! Be the first one.