Tim Hibah Jarpak UNS Siapkan Baluwarti Menyambut Wisatawan Dunia
Mahasiswa tidak hanya menjalankan pengabdian kepada masyarakat, tetapi turut membangun fondasi baru bagi kampung wisata yang lebih berdaya, inklusif, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
NUMLIT, SURAKARTA — Kampung Baluwarti di wilayah Kecamatan Pasar Kliwon selama ini dikenal sebagai kawasan yang menyimpan denyut sejarah Keraton Kasunanan Surakarta.
Table Of Content
Gang-gang kecilnya menyimpan cerita, rumah-rumah tua menjadi saksi perjalanan budaya Jawa, sementara masyarakatnya terus menjaga tradisi yang diwariskan lintas generasi.
Namun, di tengah berkembangnya sektor pariwisata muncul satu tantangan baru. Bagaimana menjadikan kampung budaya ini tetap lestari sekaligus siap menyambut wisatawan modern, termasuk wisatawan mancanegara.
Jawaban atas tantangan tersebut hadir melalui kolaborasi Tim Hibah Pembelajaran Berdampak (Jarpak) Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris FKIP Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta.
Mereka terdiri atas Isykarima Hanif Butsainah, Alvina Fauzi Eka Safitri, Citra Aura Prima, Irfan Akbar Fahreza, Nadia Kusuma Dewi, Naufal Faishal, Naufal Mahdi Prayogi, Rafqi Nur Hamid, Surya Adhirajasa, dan Tyasning Nurvinka.

Melalui program AKSI Baluwarti (Akselerasi Kompetensi, Produksi, dan Promosi berbasis Bahasa Inggris dan Digital), para mahasiswa ini tidak hanya menjalankan pengabdian kepada masyarakat, tetapi turut membangun fondasi baru bagi kampung wisata yang lebih berdaya, inklusif, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
Mengusung semangat “Preserving Culture, Creating Impact”, program ini merupakan hasil kerja sama dengan Kelurahan Baluwarti yang melibatkan masyarakat, pelaku UMKM, sekolah, hingga komunitas difabel.
Berbagai kegiatan dirancang berdasarkan kebutuhan riil masyarakat setelah tim melakukan survei dan koordinasi langsung di lapangan.
Ketua Tim Hibah Jarpak, Isykarima Hanif Butsainah, mengatakan program tersebut lahir dari keyakinan bahwa mahasiswa memiliki tanggung jawab menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat melalui ilmu yang dipelajari di bangku kuliah.
“Berangkat dari kesadaran bahwa mahasiswa adalah agent of change, kami menjadikan AKSI Baluwarti sebagai ruang implementasi ilmu sekaligus bentuk pengabdian kepada masyarakat dengan mengangkat semangat Preserving Culture, Creating Impact,” ujarnya, seusai kegiatan.
Menyiapkan Warga Menjadi Tuan Rumah Wisata
Salah satu fokus utama program ini adalah meningkatkan kemampuan komunikasi masyarakat yang sehari-hari berinteraksi dengan wisatawan.
Sebanyak 30 peserta yang terdiri atas petugas keamanan, anggota linmas, pegawai kelurahan, hingga pelaku UMKM mengikuti pelatihan bahasa Inggris dasar selama dua hari berturut-turut, 10-11 April 2026.
Mereka dibekali keterampilan percakapan sederhana yang dapat digunakan saat melayani wisatawan asing.

Bagi kawasan wisata budaya seperti Baluwarti, kemampuan berkomunikasi menjadi bagian penting dari kualitas pelayanan.
Pelatihan tersebut diharapkan mampu meningkatkan rasa percaya diri masyarakat ketika berhadapan dengan pengunjung dari berbagai negara.
Selain itu, dalam rangka pencapaian SDGs 4 tentang menjamin pendidikan yang berkualitas, merata, dan memberikan kesempatan belajar sepanjang hayat.
Menumbuhkan Generasi Muda yang Percaya Diri
Semangat belajar juga ditularkan kepada anak-anak di SD Kasatriyan.
Selama tiga kali pertemuan, mahasiswa mendampingi siswa belajar bahasa Inggris menggunakan pendekatan Total Physical Response (TPR) melalui permainan, lagu, video, serta media visual yang membuat proses belajar lebih menyenangkan.
Materi yang diberikan disesuaikan dengan tingkat kelas. Seperti yang dilaksanakan pada pertemuan 13 Mei 2026 dan 20 Mei 2026.
Tim mendampingi belajar bahasa Inggris kelas III dengan materi kosakata ruangan dan adjective dan kelas V dengan materi angka membaca dan menulis tanggal serta mereview selama satu semester mencakup body parts, comparative, superlative, dan sebagainya.
Selanjutnya, tim mendampingi belajar bahasa Inggris kelas I, II dengan materi berupa pengenalan kosakata anggota keluarga dan kelas IV dengan materi kosakata seputar transportasi.
Program ini mendukung SDGs Tujuan 4: Quality Education melalui peningkatan kualitas pembelajaran yang inovatif.
Pendekatan tersebut diharapkan mampu membangun kepercayaan diri siswa sejak dini sekaligus menghadirkan pengalaman belajar yang lebih bermakna.
UMKM Belajar Menjual Lewat Dunia Digital
Tak hanya pendidikan, perhatian juga diarahkan kepada pelaku usaha lokal.
Tim mendampingi UMKM Onze Keuken, produsen makanan tradisional khas Jawa seperti jadah, wajik, blondo, dan gethuk pisang, untuk memperluas pemasaran melalui platform digital. Kegiatan diawali dengan interview bersama UMKM Onze Keuken pada 29 April 2026.
Selanjutnya, tim melaksanakan pelatihan digitalisasi UMKM pada 8 Mei 2026. Pendampingan meliputi penyusunan katalog produk, pembuatan akun bisnis, fotografi produk, hingga pengembangan website sebagai media promosi.

Melalui digitalisasi tersebut, produk-produk khas Baluwarti diharapkan mampu menjangkau pasar yang lebih luas tanpa meninggalkan identitas budaya yang dimiliki.
Ketika Perempuan dan Difabel Menjadi Bagian dari Wisata
Yang membuat program ini berbeda adalah perhatian terhadap aspek inklusivitas.
Pada 12 Juni 2026, tim juga menggelar Workshop Public Speaking “Perempuan Bersuara, Baluwarti Berdaya” yang membekali perempuan Baluwarti dengan keterampilan komunikasi publik agar lebih percaya diri menyampaikan gagasan dan berpartisipasi dalam pembangunan kampung.
Workshop menghadirkan praktisi public speaking, Iriana Indrawati, sebagai narasumber. Kegiatan ini sebagai perwujudan dukungan terhadap SDGs Tujuan 5 yaitu Kesetaraan Gender untuk peningkatan kapasitas dan partisipasi perempuan.
Tidak berhenti di situ, mahasiswa juga bekerja sama dengan komunitas Teman Tuli dan Merakit Nusantara mengadakan pelatihan bahasa isyarat dasar bagi masyarakat.
Melalui kegiatan tersebut, warga diajak memahami kehidupan penyandang tuli sekaligus mempraktikkan bahasa isyarat sederhana yang dapat diterapkan dalam pelayanan wisata.
Sejalan dengan SDGs Tujuan 10 yaitu Mengurangi Kesenjangan, masyarakat diharapkan mampu menciptakan lingkungan wisata yang lebih ramah bagi semua pengunjung tanpa terkecuali.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan kawasan wisata budaya yang ramah bagi seluruh pengunjung tanpa terkecuali.
Guidebook Bilingual untuk Membuka Jendela Baluwarti
Sebagai penutup rangkaian program, tim menyusun guidebook bilingual dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris yang memuat sejarah, budaya, destinasi wisata, serta berbagai potensi lokal Baluwarti.
Buku panduan tersebut disusun bersama para mitra melalui proses pengumpulan data dan verifikasi informasi sehingga dapat menjadi media promosi sekaligus sarana edukasi bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.

Lurah Baluwarti, Sri Winarni S.Sos, mengapresiasi berbagai program yang telah dilaksanakan dan berharap kolaborasi serupa dapat terus berlanjut.
“Kami sangat terbuka untuk menjadi mitra kolaborasi Tim Hibah Jarpak 2026. Semoga ilmu yang diberikan dapat bermanfaat bagi masyarakat Baluwarti,” katanya.
Bagi Tim Hibah Pembelajaran Berdampak UNS, AKSI Baluwarti bukan sekadar rangkaian kegiatan pengabdian atau program akademik. Lebih dari itu, program ini menunjukkan bahwa pelestarian budaya dapat berjalan berdampingan dengan inovasi, teknologi, dan pemberdayaan masyarakat.
Di tengah derasnya arus perubahan, Baluwarti tidak hanya menjaga warisan masa lalu.
Kampung ini juga sedang mempersiapkan masa depannya dengan masyarakat yang semakin percaya diri, UMKM yang lebih adaptif, layanan wisata yang lebih inklusif, dan generasi muda yang siap menjadi wajah baru pariwisata budaya Kota Surakarta. (Redaksi)



No Comment! Be the first one.