Gandeng Universitas BSI, Pemkab Klaten Ingin Anak Muda Bisa Kuliah Lewat Program Beasiswa
Pemkab Klaten menggandeng Universitas BSI menghadirkan program beasiswa bagi masyarakat sebagai upaya meningkatkan kualitas SDM sekaligus memperkuat kompetensi digital generasi muda.
NUMLIT, KLATEN — Banyak anak muda memiliki mimpi melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Namun, bagi sebagian keluarga, keterbatasan biaya masih menjadi penghalang untuk mewujudkannya.
Table Of Content
Pemerintah Kabupaten Klaten ingin mengubah kenyataan itu melalui langkah baru, membuka lebih banyak akses kuliah bagi generasi muda.
Komitmen tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepakatan antara Pemerintah Kabupaten Klaten dan Universitas Bina Sarana Informatika (Universitas BSI) yang dirangkaikan dengan Seminar Digital Kreatif di Ruang Paripurna DPRD Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Senin (29/6/2026).
Kolaborasi ini menjadi tonggak baru karena untuk pertama kalinya Pemkab Klaten menggandeng Universitas BSI menghadirkan program beasiswa bagi masyarakat sebagai upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus memperkuat kompetensi digital generasi muda.
Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo, menyebut kerja sama tersebut bukan sekadar penandatanganan dokumen, melainkan investasi jangka panjang untuk masa depan daerah.
“Hari ini kita bersama-sama menjadi saksi sebuah sejarah luar biasa bagi Kabupaten Klaten. Untuk pertama kalinya Pemerintah Kabupaten Klaten bekerja sama dengan Universitas BSI dalam menghadirkan program beasiswa bagi generasi muda,” ujarnya.
Menurut Hamenang, pemerintah daerah memiliki tanggung jawab memastikan setiap anak memiliki kesempatan melanjutkan pendidikan, tanpa harus terhenti setelah lulus SMA maupun SMK.
“Kami ingin anak-anak Klaten tidak berhenti di jenjang SMA atau SMK, tetapi memiliki kesempatan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Dengan kuliah, wawasan, jaringan, dan peluang mereka akan semakin luas,” katanya.
Generasi Muda Harus Melek Digital
Sebelum penandatanganan kerja sama, peserta mengikuti Seminar Digital Kreatif yang membahas perkembangan teknologi, kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), digital marketing, hingga personal branding.
Menurut Hamenang, kemampuan tersebut kini menjadi bekal penting. Tidak hanya bagi mahasiswa dan pencari kerja, tetapi juga bagi aparatur pemerintah dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik.
“Di era yang serba digital saat ini, kita tidak cukup hanya bekerja dengan baik. Kita juga harus mampu memanfaatkan teknologi untuk menyampaikan berbagai inovasi dan pelayanan kepada masyarakat. AI dan digital marketing harus dimanfaatkan sebagai sarana memberikan pelayanan publik yang semakin baik,” jelasnya.
Ia menilai peningkatan kualitas pendidikan harus berjalan beriringan dengan penguatan literasi digital agar lulusan perguruan tinggi mampu bersaing di dunia kerja yang terus berubah.
Kolaborasi Pemerintah dan Kampus
Rektor Universitas Bina Sarana Informatika, Mochamad Wahyudi, mengapresiasi kepercayaan yang diberikan Pemerintah Kabupaten Klaten.

Ia berharap kerja sama tersebut menjadi awal kolaborasi yang lebih luas dalam pengembangan pendidikan dan peningkatan kompetensi masyarakat.
“Terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Klaten atas fasilitas dan kerja sama yang telah terjalin. Semoga seminar ini dapat memberikan wawasan baru sekaligus menjadi awal kolaborasi yang semakin baik di masa mendatang,” ujarnya.
Menurutnya, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk tidak hanya menghasilkan lulusan, tetapi juga mendukung pemerintah daerah dalam menyiapkan sumber daya manusia yang adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Beasiswa dengan Skema Pembiayaan Bersama
Dalam kerja sama tersebut, program beasiswa akan dibiayai melalui skema kolaboratif antara Pemerintah Kabupaten Klaten dan Universitas BSI.
Pemkab memilih Universitas BSI sebagai mitra karena dinilai memiliki kekuatan di bidang teknologi digital, digital marketing, dan pengembangan personal branding yang menjadi kebutuhan dunia kerja saat ini.
Program ini akan dievaluasi setelah satu tahun pelaksanaan untuk melihat efektivitas sekaligus peluang pengembangannya pada tahun-tahun berikutnya.
Bagi Pemkab Klaten, kerja sama ini bukan hanya tentang memberikan bantuan biaya kuliah.
Lebih dari itu, program tersebut menjadi bagian dari upaya membangun generasi muda yang memiliki akses pendidikan lebih luas, menguasai teknologi digital, dan siap menghadapi tantangan dunia kerja di masa depan.
Dengan membuka lebih banyak pintu menuju perguruan tinggi, Klaten berharap semakin banyak anak muda yang tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga mampu menjadi inovator dan penggerak pembangunan daerah. (Damar Sri Prakoso)



No Comment! Be the first one.