11.237 Mahasiswa Baru UNS Ikuti PKKMB
Sebanyak 11.237 mahasiswa baru yang mengikuti PKKMB UNS tahun ini merupakan bagian dari 164.292 pendaftar yang mengikuti proses seleksi masuk UNS.
NUMLIT, SURAKARTA – Memasuki perguruan tinggi bukan selalu berarti seseorang sudah mengetahui dengan pasti akan menjadi apa di masa depan.
Table Of Content
Bagi sebagian mahasiswa, justru masa kuliah menjadi periode untuk mencari jawaban tentang apa yang disukai, apa yang menjadi kekuatan diri, dan kontribusi seperti apa yang ingin diberikan kepada masyarakat.
Pesan itulah yang menjadi salah satu penekanan Rektor Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Prof. Dr. Hartono, dr., M.Si., saat menyambut 11.237 mahasiswa baru Tahun Akademik 2026/2027 dalam pembukaan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) UNS, Selasa (11/8/2026).
Alih-alih hanya berbicara tentang target akademik, Hartono mengajak mahasiswa baru menjadikan UNS sebagai ruang untuk belajar, bertumbuh, mencoba berbagai pengalaman, hingga menemukan jalan mereka sendiri.
“Jangan takut menjadi diri Anda sendiri. Temukan minat kalian, temukan kekuatan kalian, temukan lingkungan yang membuat kalian bertumbuh, dan temukan jalan kalian sendiri,” pesannya.
Pesan tersebut menjadi relevan karena mahasiswa baru UNS memasuki dunia perguruan tinggi ketika perubahan berlangsung sangat cepat.
Kecerdasan artifisial, transformasi teknologi, profesi-profesi baru, perubahan iklim, ketidakpastian ekonomi, hingga dinamika geopolitik membuat dunia kerja dan kehidupan sosial tidak lagi mudah diprediksi.
Karena itu, menurut Hartono, mahasiswa tidak cukup hanya dibekali pengetahuan akademik.
Mereka juga harus memiliki kemampuan untuk beradaptasi, berkolaborasi, memahami perubahan, sekaligus tetap memiliki karakter dan kepedulian terhadap sesama.
Sebanyak 11.237 mahasiswa baru yang mengikuti PKKMB UNS tahun ini merupakan bagian dari 164.292 pendaftar yang mengikuti proses seleksi masuk UNS. Pada Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2026, UNS tercatat sebagai perguruan tinggi negeri dengan jumlah peminat terbanyak kedua di Indonesia.
Namun, tingginya persaingan untuk masuk perguruan tinggi tidak boleh membuat mahasiswa berhenti pada orientasi mengejar prestasi akademik semata.
UNS justru mendorong mahasiswa membangun lima karakter utama sebagaimana tema PKKMB 2026, yakni aktif, inklusif, humanis, adaptif, dan berdaya saing global.
Menjadi aktif, misalnya, tidak hanya berarti rajin mengikuti perkuliahan. Mahasiswa didorong berani berdiskusi, berorganisasi, berkolaborasi, mengikuti berbagai kegiatan, dan mencoba pengalaman baru.
UNS juga mengajak mahasiswa menjadi pribadi yang inklusif dengan mampu menghargai perbedaan latar belakang, budaya, daerah, cara berpikir, dan keyakinan.
Sementara di tengah perkembangan kecerdasan artifisial yang semakin cepat, karakter humanis justru semakin penting.
“Jadilah cerdas sekaligus peduli, kritis sekaligus santun,” kata Hartono.
Pesan tersebut menempatkan teknologi bukan sebagai pengganti karakter manusia, tetapi sebagai sesuatu yang harus diimbangi dengan empati, tanggung jawab, dan kepedulian sosial.
Tak Harus Langsung Tahu Akan Menjadi Apa
Salah satu pesan paling penting yang disampaikan UNS kepada mahasiswa barunya adalah bahwa tidak semua orang harus sudah memiliki peta masa depan ketika memasuki kampus.
Ada mahasiswa yang datang dengan mimpi menjadi peneliti. Ada yang ingin menjadi profesional, pengusaha, melanjutkan studi ke luar negeri, atau membangun karier di bidang tertentu.

Tetapi ada pula yang masih mencari tahu apa yang sebenarnya ingin dilakukan. Bagi UNS, kondisi tersebut bukan sesuatu yang perlu dikhawatirkan. Justru perguruan tinggi menjadi tempat untuk menemukan jawabannya.
“Dan itu tidak apa-apa. UNS adalah tempat bagi mahasiswa untuk belajar, bertumbuh, menemukan potensi, dan mempersiapkan diri untuk memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat, bangsa, dan dunia,” ujar Hartono.
Karena itu, mahasiswa baru didorong untuk tidak terlalu sibuk membandingkan perjalanan dirinya dengan orang lain.
Setiap mahasiswa memiliki minat, kekuatan, pengalaman, dan perjalanan yang berbeda. Yang penting adalah terus bergerak, mencoba, belajar dari kegagalan, dan menemukan lingkungan yang membuat diri berkembang.
Dari Kampus untuk Masyarakat
Pesan tentang menemukan potensi diri tersebut pada akhirnya bermuara pada satu hal: kontribusi.
UNS yang pada 2026 memasuki 50 tahun perjalanan pengabdian telah melahirkan lebih dari 271.300 alumni yang berkarya di berbagai bidang, baik di dalam maupun luar negeri.
Pengalaman lima dekade tersebut menjadi pengingat bahwa pendidikan tinggi tidak semestinya berhenti pada pencapaian pribadi.
“Yang paling penting bukan hanya seberapa tinggi posisi yang kalian capai atau seberapa besar penghasilan yang kalian peroleh, tetapi apa yang sudah kalian lakukan untuk orang lain dan apa yang sudah kalian berikan untuk masyarakat,” tutur Hartono.
Semangat itu sejalan dengan semboyan UNS, Mangesti Luhur Ambangun Nagari, yang menempatkan ilmu pengetahuan sebagai bagian dari upaya memberikan kemaslahatan bagi masyarakat dan membangun bangsa.
Dengan demikian, perjalanan 11.237 mahasiswa baru UNS tidak hanya dimulai dengan mengenal gedung kampus, dosen, program studi, maupun organisasi mahasiswa.
Mereka juga diajak memahami bahwa ada perjalanan yang jauh lebih panjang: mengenali diri, membangun karakter, menemukan potensi, dan menentukan bagaimana ilmu yang diperoleh kelak dapat berguna bagi orang lain.
Lima Hari Mengenal Kampus, Bertahun-tahun Menemukan Diri
Pesan tersebut kemudian diterjemahkan dalam rangkaian PKKMB UNS 2026 yang berlangsung bertahap.
Hari pertama, Selasa (11/8/2026), mahasiswa mengikuti PKKMB tingkat universitas. Dilanjutkan PKKMB tingkat fakultas pada Rabu (12/8/2026), kemudian tingkat program studi dan Expo Fakultas pada Kamis (13/8/2026).
Pada Jumat-Sabtu (14–15/8/2026), mahasiswa akan memasuki ruang yang lebih luas melalui Expo Organisasi Kemahasiswaan (Ormawa) Universitas. Di sinilah mahasiswa dapat mulai menemukan komunitas, aktivitas, dan lingkungan yang sesuai dengan minat mereka.
Rangkaian tersebut kemudian ditutup melalui Semar Night Festival pada Sabtu (22/8/2026).
Lebih dari sekadar agenda penyambutan mahasiswa baru, rangkaian itu menjadi pintu masuk bagi perjalanan panjang mereka di UNS.
Sebab, kuliah pada akhirnya bukan hanya tentang berapa nilai yang diperoleh atau gelar yang disandang.
Ada proses menemukan siapa diri kita, apa yang mampu kita lakukan, dan untuk siapa kemampuan itu kelak digunakan. Dan bagi 11.237 mahasiswa baru UNS, perjalanan itu baru saja dimulai. (Damar Sri Prakoso)



No Comment! Be the first one.