Meriah! Ribuan Pelari Ramaikan UDB Run Fest 2026
UDB Run Fest menjadi ruang yang mempertemukan mahasiswa, keluarga, komunitas, pelaku usaha, dan masyarakat dalam suasana yang sehat, positif, dan penuh kebersamaan.
NUMLIT, SURAKARTA — Kampus tak selalu harus identik dengan ruang kuliah, laboratorium, dan aktivitas akademik.
Table Of Content
Di Taman Balekambang Solo, Universitas Duta Bangsa (UDB) Surakarta justru membuka ruang yang lebih luas yaitu mempertemukan mahasiswa, masyarakat, komunitas, pelaku usaha, hingga mitra dalam satu lintasan lari.
Gambaran itu terlihat dalam UDB Run Fest 2026 yang digelar di kawasan Taman Balekambang, Minggu (23/8/2026). Lebih dari 1.300 peserta dari Solo dan sekitarnya ambil bagian dalam ajang lari yang menjadi rangkaian Dies Natalis ke-8 UDB tersebut.
Mengusung kategori 2,5K dan 5K, UDB Run Fest tidak sekadar menawarkan kompetisi mengejar waktu dan medali. Sejak pagi, kawasan start dan finish berubah menjadi ruang interaksi yang mempertemukan berbagai kelompok dengan latar belakang berbeda. Bagi UDB, justru di situlah pesan utama kegiatan ini.

Rektor Universitas Duta Bangsa Surakarta Assoc. Prof. Dr. Singgih Purnomo, M.M., mengatakan kampus harus mampu hadir lebih dekat dengan kehidupan masyarakat. Menurutnya, perguruan tinggi tidak seharusnya hanya menjadi tempat berlangsungnya kegiatan akademik, tetapi juga bagian dari ruang sosial masyarakat.
“Kampus tidak boleh berjarak dengan masyarakat. Melalui UDB Run Fest, kami ingin menghadirkan ruang yang mempertemukan mahasiswa, keluarga, komunitas, pelaku usaha, dan masyarakat dalam suasana yang sehat, positif, dan penuh kebersamaan,” ujar Singgih saat membuka UDB Run Fest.
Ia mengapresiasi tingginya antusiasme masyarakat yang mengikuti kegiatan tersebut. Menurutnya, kehadiran lebih dari 1.300 pelari menunjukkan bahwa olahraga, khususnya lari, semakin menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat.
“Alhamdulillah, UDB Run Fest 2026 dapat berlangsung dengan lancar dan mendapat sambutan yang luar biasa dari masyarakat. Antusiasme peserta sejak pagi menunjukkan bahwa olahraga, khususnya lari, telah menjadi bagian dari gaya hidup sehat yang semakin berkembang di masyarakat,” katanya.
Bukan Sekadar Mengejar Medali
Semangat peserta terlihat dari beragam pengalaman yang dibawa ke lintasan. Bagi Ian Ma’ruf Hakiki, peserta asal Boyolali yang aktif di komunitas Gaco Mlayu, UDB Run Fest menjadi pengalaman yang membanggakan setelah dirinya keluar sebagai best finisher putra kategori 5K.
“Saya senang jadi best finisher di UDB Run Fest. Antusiasme peserta besar dan terlihat meriah sejak pagi. Saya berharap ke depan bisa makin sukses buat saya dan UDB,” ujar Ian.

Sementara bagi Priska Oktariani Br Hutabarat, pengalaman mengikuti UDB Run Fest memiliki cerita berbeda. Mahasiswa baru Program Studi D3 Rekam Medis dan Informasi Kesehatan (RMIK) UDB tersebut baru pertama kali mengikuti event lari. Medali yang dibawanya pulang menjadi pengalaman tersendiri.
“Senang banget, Kak, apalagi saya baru pertama kali ikut event Run Fest ini dan dapat medalinya juga,” kata Priska.
Dua pengalaman tersebut memperlihatkan bahwa satu lintasan dapat memiliki arti berbeda bagi setiap peserta. Bagi atlet dan komunitas lari, ajang ini menjadi ruang kompetisi. Bagi peserta pemula, kegiatan tersebut menjadi pengalaman pertama untuk mencoba gaya hidup aktif.
Ketika Kampus Bertemu Dunia Usaha
Konsep UDB Run Fest juga tidak berhenti pada olahraga. Berbagai mitra dari sektor perbankan, ekonomi syariah, UMKM, industri kuliner, hingga sektor layanan ikut mengambil bagian.
Kehadiran berbagai mitra membuat kawasan acara berkembang menjadi ruang pertemuan antara institusi pendidikan, masyarakat dan dunia usaha.
Bank Syariah Nasional (BSN), misalnya, turut mendukung kegiatan tersebut sebagai bagian dari komitmennya untuk tumbuh bersama masyarakat, termasuk melalui pemberdayaan UMKM halal, peningkatan literasi keuangan generasi muda, perluasan akses pembiayaan inklusif, serta penguatan kemandirian ekonomi.
Kolaborasi juga datang dari Bank Jateng Syariah yang mengambil bagian dalam gelaran tersebut sebagai mitra masyarakat dan pelaku usaha, termasuk sektor UMKM.
Sementara dari sektor kuliner, hadir Spesial Soto Boyolali (SSB) Hj. Hesti. Brand kuliner yang membawa identitas lokal tersebut telah berkembang hingga memiliki jaringan di berbagai daerah di Indonesia dan Arab Saudi.
Kehadiran berbagai pelaku usaha tersebut memperlihatkan bahwa event kampus dapat menjadi ruang kolaborasi yang mempertemukan aktivitas pendidikan dengan geliat ekonomi masyarakat.
Kegiatan ini juga didukung oleh 523 Coffee, Belfox Paint, Candi Elektronik, RS Triharsi, Indosat (IM3 Platinum), Kokola Biskuit, Herbadrink (Konimex), PT KAI, Coolosal: Brand Strategist, Smart Communication, Solopos Media Group (SMG), Panorama Panoramart, IM3 Premiunm dan IM3 Platinum, KAI, Wardah, Cleo, Hydrococo, Hotel Solo Grand City, dan Samudra.
Dari Kampus untuk Ruang Publik
UDB Run Fest 2026 pada akhirnya membawa pesan yang lebih besar dari sekadar siapa yang paling cepat mencapai garis finis.

Perguruan tinggi memiliki sumber daya, mahasiswa, pengetahuan, jaringan, dan komunitas yang dapat dikolaborasikan untuk menghadirkan kegiatan yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat.
Konsep tersebut juga terlihat dari keterlibatan berbagai pihak yang mendukung kegiatan, mulai dari perbankan, UMKM, industri kuliner, layanan kesehatan, perusahaan telekomunikasi, transportasi, hingga media.
Singgih menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan UDB Run Fest 2026.
“Kami sangat mengapresiasi seluruh peserta, sponsor, mitra, komunitas, pemerintah, aparat keamanan, panitia, volunteer, dan semua pihak yang telah berkolaborasi. Kelancaran acara ini merupakan hasil kerja bersama,” ujar Singgih.
Dengan demikian, lintasan lari di Balekambang hari itu bukan hanya menjadi tempat peserta mengejar catatan waktu.
Ia menjadi simbol bagaimana kampus berusaha keluar dari ruangnya sendiri. Bertemu masyarakat, membangun kolaborasi, menghidupkan ruang publik, sekaligus menghadirkan aktivitas yang sehat dan positif.
Dan ketika ribuan orang berkumpul bukan hanya untuk berlari, tetapi juga untuk bertemu, berinteraksi dan berkolaborasi, sebuah event kampus bisa berubah menjadi lebih dari sekadar perayaan dies natalis yaitu menjadi ruang bersama antara kampus dan masyarakat. (Damar Sri Prakoso)
Daftar Best Finisher
5 Km Putra:
- Ian Ma’ruf Hakiki
- Free Nanda Alung
- Naufal Nino Pratama
- Laksmana Putra R
- Kenzo Farel
- Singgih Putro
- Daffa Roland
- Satria
- Suroto
- Dzabith Multazam
5 Km Putri:
- Nayza Azzahra R
- Dian Wahyu Anita
- Agustina Eko Utomo
- Nita Setyati
- Veronica Risa P
- Tabitha Christobel
- Indarti
- Hendrika Narahayaan
- Dewi Khausan
- Dasih Soeparni



No Comment! Be the first one.