Pekan Terakhir Sekaten, Warga Berburu Suasana Malam
Pasar Malam Sekaten 2026 telah berlangsung sejak 1 Agustus dan dijadwalkan berakhir pada 30 Agustus 2026.
NUMLIT, SURAKARTA — Ada alasan mengapa keramaian Pasar Malam Sekaten terasa berbeda ketika Agustus mulai mendekati penghujung.
Waktu semakin terbatas. Tinggal beberapa hari sebelum seluruh rangkaian Pasar Malam Sekaten 2026 berakhir pada 30 Agustus, warga Solo dan sekitarnya justru semakin ramai mendatangi kawasan Alun-alun Utara dan Keraton Surakarta.
Bagi sebagian pengunjung, ini menjadi kesempatan terakhir tahun ini untuk menikmati wahana permainan, berburu kuliner, atau sekadar berjalan-jalan menikmati suasana malam di tengah keramaian Sekaten.
Pantauan di lokasi pada Rabu (26/8/2026) sore hingga malam menunjukkan geliat tersebut. Sejak sekitar pukul 17.30 WIB, warga mulai memenuhi kawasan alun-alun. Keramaian semakin terasa menjelang pukul 20.30 WIB ketika hampir setiap sudut area dipenuhi pejalan kaki.
Wahana permainan juga mulai dipadati pengunjung. Mereka datang dengan berbagai tujuan. Aa yang bersama keluarga, pasangan, maupun teman.
Sebagian berhenti di lapak makanan, sebagian mencoba wahana, sementara lainnya memilih berjalan kaki menyusuri kawasan pasar malam.
Sekaten akhirnya bukan hanya tentang datang dan membeli sesuatu. Bagi banyak warga, suasana ramai, cahaya lampu, aroma makanan, dan riuh wahana menjadi bagian dari pengalaman yang membuat pasar malam ini selalu ditunggu.

Pedagang Menunggu Momentum Terakhir
Di balik keramaian pengunjung, para pedagang juga memiliki cerita sendiri.
Ramainya Sekaten ternyata tidak selalu terjadi pada waktu dan tempat yang sama. Pedagang yang berada di luar kawasan inti pasar malam memiliki pola keramaian berbeda dengan mereka yang berjualan di dalam area wahana.
Niken, penjual es cendol tradisional di kawasan luar Keraton Surakarta, misalnya, merasakan puncak keramaian justru terjadi pada Selasa (25/8/2026).
Menurutnya, hari libur menjadi salah satu faktor yang membuat kawasan sekitar Alun-alun Utara ramai sejak siang hingga sore.
“Pasar malam alun-alun ini memang selalu ada setiap tahun untuk menyambut Maulid Nabi. Khusus tahun ini, hari Selasa kemarin yang paling ramai karena bertepatan dengan hari libur tanggal merah. Banyak warga yang berjalan-jalan di area luar sini dari siang sampai sore, lalu langsung mampir membeli es,” ujar Niken.
Kondisi berbeda dirasakan pedagang yang berjualan di dalam area inti pasar malam.
Seorang penjual arum manis yang berada di dekat wahana permainan mengatakan keramaian biasanya lebih terasa pada akhir pekan.
“Kalau di dalam sini, area yang paling ramai biasanya terjadi pada hari Sabtu dan Minggu. Apalagi minggu ini merupakan akhir pekan terakhir sebelum seluruh rangkaian Sekatenan tahun ini resmi ditutup pada tanggal 30 Agustus nanti. Jadi pasti banyak keluarga yang sengaja masuk ke dalam untuk mencari hiburan malam,” ungkapnya.
Perbedaan tersebut memperlihatkan bahwa keramaian Sekaten memiliki banyak wajah.
Pedagang di luar area inti mengandalkan arus warga yang berjalan-jalan di sekitar Alun-alun Utara. Sementara pedagang di dalam pasar malam mendapatkan pelanggan dari mereka yang sengaja masuk untuk menikmati wahana dan hiburan.
Akhir Pekan Terakhir Jadi Harapan
Bagi pedagang, akhir pekan terakhir Sekaten bukan sekadar penutup sebuah acara. Momentum tersebut juga menjadi kesempatan untuk mengejar transaksi sebelum aktivitas pasar malam kembali berhenti.
Sementara bagi pengunjung, akhir pekan terakhir menjadi kesempatan untuk menikmati Sekaten sebelum kawasan yang selama hampir sebulan dipenuhi lampu, wahana, lapak kuliner, dan kerumunan warga kembali sepi.
Pasar Malam Sekaten 2026 telah berlangsung sejak 1 Agustus dan dijadwalkan berakhir pada 30 Agustus.
Selama hampir satu bulan, kawasan Alun-alun Utara dan Keraton Surakarta menjadi ruang pertemuan berbagai aktivitas masyarakat. Ada yang datang untuk menikmati hiburan, mencicipi makanan, berbelanja, atau sekadar mencari suasana berbeda di malam hari.
Kini, waktunya tinggal hitungan hari. Sebelum lampu-lampu wahana dipadamkan dan lapak-lapak kembali dibongkar, warga masih memiliki satu kesempatan untuk menikmati malam Sekaten.
Dan bagi para pedagang, beberapa hari terakhir itu menjadi pertaruhan terakhir. Mereka berharap keramaian semakin besar, pengunjung semakin banyak, dan dagangan laris sebelum Sekaten benar-benar berakhir.



No Comment! Be the first one.